Vox Pop

BI Cirebon Sediakan 3,9 Triliun Untuk Layanan Tukar Uang Baru

×

BI Cirebon Sediakan 3,9 Triliun Untuk Layanan Tukar Uang Baru

Share this article

Cireboners.id – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, membuka 134 posko penukaran uang pecahan baru pada periode Lebaran 2024.

BI Cirebon menyiapkan Rp3,9 triliun untuk lima daerah wilayah Ciayumajakuning.

Kepala KPw BI Cirebon Anton Pitono mengatakan, pogram ini kerja sama atas perbankan di Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka serta Kuningan.

Disebutkan, penukaran uang pecahan baru du Kota Cirebon tersedia 46 titik, Kabupaten Cirebon 23 titik, Indramayu 18 titik, Majalengka 25 titik dan Kuningan 22 titik.

“Semua lokasi penukaran ini dekat dengan bank umum setempat,” katanya, Jumat (22/3/2024).

Ia mengatakan, layanan tersebut mulai berlaku pada 25-28 Maret 2024. Anton mengatakan, layanan penukaran uang baru tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat bertransaksi selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Menurutnya, periode penukaran uang baru mulai dibuka kembali dari tanggal 1-4 April 2024.

BI Cirebon pun menyediakan layanan kas keliling untuk menjangkau lebih banyak warga agar merasakan program ini.

“Layanan kas keliling bisa ditemukan di wilayah Ciayumajakuning dengan kolaborasi 10 perbankan. Khusus di kota, kita siapkan poskonya. Kemudian kami siapkan juga di Rest Area KM 207,”  ujarnya.

Anton mengatakan, sebelum menukarkan uang, masyarakat diwajibkan mendaftar secara daring melalui situs resmi pintar.bi.go.id. Setelahnya mereka perlu juga menyiapkan beberapa persyaratan untuk dipenuhi.

Ia menambahkan, masyarakat hanya bisa menukarkan uang tunai ke pecahan baru maksimal Rp4 juta.

Pembatasan itu dimaksudkan agar  semua orang bisa mendapat layanan penukaran uang gratis.

“Masyarakat yang ingin menukarkan uang bisa mengantre melalui situs web Pintar BI, dengan batas maksimal penukaran Rp4 juta,” ucap dia. (Ibnu)

Visited 8 times, 1 visit(s) today
Dakwah

Cireboners.id – Masjid Merah Panjunan menjadi bukti pusat dakwah Islam di wilayah pesisir utara Jawa Barat oleh Pangeran Panjunan atau Syekh Abdurrahman.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1480M tersebut, memiliki desain arsitektur campuran antara Arab dan Tiongkok dengan warna merah dominan mengelilingi masjid.