#CirebonPrideDesaVox Pop

Mengubah Kesan Kumuh Kampung Nelayan Citemu Lewat Lukisan Mural

×

Mengubah Kesan Kumuh Kampung Nelayan Citemu Lewat Lukisan Mural

Share this article
LUKISAN MURAL di dinding sepanjang 100 meter mengubah kesan kumuh di kampung nelayan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Foto: Cireboners.id/Rifki.

Cireboners.id – Mengubah kesan kumuh lingkungan pedesaaan, warga Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menyulap pemandangan kampung dengan lukisan mural.

Mural bertemakan nelayan ini menjadi identitas Desa Citemu sebagai Kampung Nelayan Maju (Kalaju). Deretan mural yang dilukis di dinding sepanjang 100 meter ini menghiasi sepanjang jalan Desa Citemu.

Menurut Kepala Desa Citemu, Herintiano mengatakan, program penataan Kalaju ini diresmikan sejak Oktober lalu. Lukisan mural ini bagian dari satu dari tujuh program penataan Kalaju.

“Mural ini dimaksudkan agar mengubah kesan kumuh kampung nelayan Desa Citemu,” tuturnya kepada Cireboners.id , Selasa (19/12/2023).

Selain mural, program Kalaju lainnya yaitu, jalan rambat beton, penerangan jalan umum, bangsal nelayan, sandaran perahu, dan pengerasan jalan di sebelah Timur yang berbatasan dengan mangrove.

“Lalu terakhir, gapura utama yang menjadi ikon Kalaju di Desa Citemu. Pada bagian atas, terlihat sebuah miniatur kapal berukuran 3 meter panjangnya,” katan Heri.

GAPURA PERAHU sebagai identitas kampung nelayan Desa Citemu, Kabupaten Cirebon. Foto: Cireboners.id/Rifki.

Ia menambahkan, Desa Citemu menjadi salah satu dari 60 penerima program Kalaju di Indonesia. Serta satu-satunya dari Cirebon yang meraih penghargaan program tersebut.

Ia berharap, kehadiran Kalaju dapat meningkatkan daya jual yang ada di Desa Citemu.

“Dengan adanya program ini (Kalaju) berharap ada peningkatan baik dari nelayan, karya seni dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPD Citemu, Lukman Nurhakim mengatakan dengan berjalannya program Kalaju, berhasil menepis kesan kumuh di desa pesisir.

“Anggapan bahwa wilayah pesisir atau kampung nelayan kumuh, sedikit demi sedikit berhasil ditepis lewat program ini,” ujarnya.

Tak lupa, ia juga berpesan kepada masyarakat bahwa untuk berlibur tidak harus ke pegunungan, ke pantai pun bisa jadi pilihan menarik.

“Kampung nelayan Desa Citemu bisa dikunjungi kapan saja dan siapa saja, apalagi jika berkunjung pagi atau sore, bagus untuk mengabadikan momen,” Tutup Lukman. (Rifki)

 

Visited 47 times, 1 visit(s) today