Serba Serbi

Eksistensi Kue Tapel Khas Cirebon Makin Langka, Begini Cara Membuatnya

×

Eksistensi Kue Tapel Khas Cirebon Makin Langka, Begini Cara Membuatnya

Share this article
Eksistensi Kue Tapel, kudapan khas Cirebon yang semakin langka. Foto: Cireboners.id/Rifki

Cireboners.id – Eksistensi kue Tapel sebagai kudapan asal Cirebon, Jawa Barat semakin langka. Di tengah gempuran kue kekinian, aroma gurih kelapa dipadu dengan manis legit gula aren ini membuat rindu mencicipi bagi penikmatnya.

Kue legendaris ini masih diburu masyarakat pencintanya. Selain karena cita rasanya yang menggoda, keberadaan perajin kue Tapel sudah semakin sulit ditemui.

Vina Sabila, sosok perajin kue Tapel yang masih melestarikan warisan turun temurun ini terus bertahan di tengah gempuran kue kekinian.

“Saya ini generasi keenam. Karena sedang libur sekolah, jadi bantu tante jaga di sini,” kata Vina saat ditemui Cireboners.id, Kamis (14/12/2023).

Ia mengaku, usaha kudapan ini sudah berjalan lebih dari 50 tahun. Selain mempertahankan cita rasa khas, Vina masih menggunakan cara-cara tradisional dalam pembuatannya.

Komposisi kue Tapel berbahan tepung beras, parutan kelapa, ketan, serta irisan pisang dan gula merah.

Vina mengatakan, proses pembuatan kue Tapel, pertama harus menyiapkan adonan tepung beras, parutan kelapa dan irisan pisang atau gula aren.

Kemudian, wajan yang telah dipanaskan diolesi kayu sela terlebih dahulu, agar adonan mudah diangkat ketika sudah matang.

Kayu sela berfungsi sebagai pengganti minyak goreng, karena itu kue ini bisa dibilang rendah kolesterol.

Setelah diolesi kayu sela, adonan ditempel ke wajan kemudian ditekan secara perlahan dengan daun pisang hingga membentuk lingkaran. Setelah membentuk lingkaran, adonan dilipat bertumpuk.

“Ketika adonan sudah berubah warna agak kecoklatan, maka kue tapel siap diangkat dan disajikan,” katanya.

Adapun lokasinya berada di Jalan Pagongan, Gang Alas Demang 3, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.

Bagi Anda yang pertama kali mencarinya, mungkin agak kesulitan karena lokasinya yang ada di dalam gang.

Namun, lokasinya sudah masuk ke dalam Google Maps, sehingga memudahkan pelanggan baru untuk menemukannya.

Meski berlokasi di dalam gang, rupanya jajanan kuliner ini cukup melekat bagi pelanggan tetap, apalagi yang merantau ke luar Cirebon.

Setiap harinya, porsi yang dapat terjual bisa mencapai 100 porsi, bahkan jika sedang ada pesanan bisa lebih dari 200 porsi.

Sedangkan seporsi kue tapel bisa didapatkan dengan harga terjangkau, yakni Rp 7500 saja. Disarankan untuk datang sekitar pukul 8 pagi hingga 2 siang, sebab menjelang pukul 3 biasanya sudah habis terjual. (Rifki)

Visited 30 times, 1 visit(s) today