Daerah

Pemkab Indramayu Perkuat Pembangunan Jalan untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi Daerah

×

Pemkab Indramayu Perkuat Pembangunan Jalan untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi Daerah

Share this article

Indramayu – Infrastruktur jalan menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas jaringan jalan di seluruh wilayah.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, saat menjadi narasumber pada program Dialog Jabar TVRI Jawa Barat, Selasa (9/12/2025), yang digelar secara virtual.

Asep menjelaskan bahwa pembangunan jalan di Indramayu dilakukan dengan mempertimbangkan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Berdasarkan data yang dipaparkan, Indramayu memiliki 105 kilometer jalan nasional, 157 kilometer jalan provinsi, serta 827 kilometer jalan kabupaten yang tersebar di 299 ruas di 31 kecamatan.

“Pemeliharaan rutin dan pembangunan terus kami lakukan agar mobilitas masyarakat lebih lancar dan aktivitas ekonomi semakin bergerak,” ujarnya.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai 88,12 persen. Selama tahun 2025, Pemkab Indramayu telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan strategis, meliputi pemeliharaan rutin sepanjang 130 kilometer, rekonstruksi 86 kilometer, serta rehabilitasi 61 kilometer. Upaya tersebut diperkuat oleh dukungan pendanaan APBD serta intervensi pemerintah pusat melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang memfasilitasi perbaikan ruas Lohbener–Jatibarang sepanjang 7 kilometer.

Asep menegaskan bahwa percepatan pekerjaan infrastruktur terus digenjot hingga akhir 2025 untuk mendukung target tahun 2026. Meski demikian, proses pembangunan tetap menghadapi sejumlah kendala, mulai dari cuaca ekstrem hingga tingginya mobilitas kendaraan berat akibat aktivitas industri.

“Volume kendaraan besar mempercepat kerusakan jalan. Karena itu, kami melakukan berbagai inovasi agar konstruksi jalan lebih tahan terhadap beban dan kondisi cuaca,” jelasnya.

Meski alokasi anggaran daerah pada 2026 mengalami efisiensi, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas Pemkab Indramayu. Sejumlah pekerjaan diharapkan rampung pada pertengahan Desember, dengan proyeksi peningkatan tingkat kemantapan jalan menjadi 88,30 persen. Dukungan pihak swasta, seperti kontribusi Pertamina dalam peningkatan 2,4 kilometer ruas jalan, turut mempercepat pembangunan di lapangan.

Selain APBD, Pemkab Indramayu terus mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. Pada tahun 2025, Indramayu kembali menerima bantuan penanganan 4,5 kilometer jalan kabupaten dari Pemprov Jawa Barat.

Menutup dialog, Asep menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kondisi jalan.

“Kami membutuhkan partisipasi warga. Jika ada kerusakan jalan, mohon segera laporkan melalui kanal resmi pemerintah. Sinergi pemerintah pusat, provinsi, daerah, swasta, dan masyarakat adalah kunci agar kondisi jalan Indramayu terus membaik,” ujarnya.