CIREBON – Bupati Cirebon Imron menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Cirebon, Selasa (10/3/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kawasan sentra batik di Batik Trusmi. Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau aktivitas industri batik di EB Batik Trusmi yang dikenal sebagai pusat penjualan batik khas Cirebon.
Bupati Imron mengapresiasi kunjungan Menteri Pariwisata yang menyempatkan diri melihat langsung perkembangan industri batik di daerahnya.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Menteri yang telah berkunjung dan meninjau langsung sentra batik di Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.
Menurutnya, kawasan Batik Trusmi tidak hanya berperan sebagai pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan untuk pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Cirebon.
“Kami berharap ada dukungan dari Kemenpar karena masih banyak potensi wisata di Kabupaten Cirebon yang bisa dikembangkan, baik dari sisi promosi, destinasi, maupun fasilitas pendukung,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa kunjungan ke Cirebon merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan destinasi wisata di berbagai daerah menjelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
“Kami ingin memastikan setiap destinasi wisata siap menerima wisatawan selama masa libur Nyepi dan Lebaran,” ujarnya.
Selain meninjau sentra Batik Trusmi, Menpar juga mengunjungi Stasiun Cirebon untuk memastikan kesiapan layanan transportasi selama masa angkutan Lebaran.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan adanya program diskon tiket kereta api hingga 30 persen selama periode angkutan Lebaran untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.
Widiyanti menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan menjadi faktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata, terutama saat menghadapi lonjakan wisatawan pada musim liburan.
Ia menambahkan, Cirebon memiliki potensi pariwisata yang kuat, mulai dari wisata budaya, sejarah, hingga kuliner khas yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kementerian Pariwisata memperkirakan pergerakan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini dapat mencapai sekitar 144 juta perjalanan dengan potensi perputaran ekonomi hingga Rp190 triliun.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, pemerintah akan memantau 118 destinasi wisata di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Cirebon yang menjadi salah satu titik perhatian.










