CIREBON – Momentum peringatan Nuzulul Qur’an dimanfaatkan Ikatan Remaja Masjid Baiturrohmah (IRMABA) Kondangsari dengan menggelar Festival Anak Saleh sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus mengembangkan potensi anak-anak.
Ketua IRMABA Rifki Al Wafi menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam suasana yang menyenangkan.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk memperingati Nuzulul Qur’an. Selain itu juga menjadi wadah bagi anak-anak agar lebih semangat mengikuti perlombaan sesuai minatnya, sekaligus mengeksplor bakat sejak dini,” ujarnya di Masjid Baiturrohmah Desa Kondangsari Kecamatan Beber, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, festival ini juga dirancang untuk melatih kepercayaan diri anak-anak melalui keberanian tampil di depan umum. Di sisi lain, nilai-nilai keislaman dikenalkan dengan pendekatan yang lebih santai dan tidak kaku.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi cara untuk mendekatkan anak-anak dengan lingkungan masjid. Harapannya, kedekatan tersebut dapat terus terjaga hingga mereka dewasa.
“Kami ingin anak-anak merasa masjid itu tempat yang nyaman dan menyenangkan. Jadi nanti ketika mereka sudah besar, mereka tetap punya kedekatan dengan masjid dan mengingat momen-momen hangat ini,” tambahnya.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi antara anak-anak, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Sekretaris IRMABA Sarah Siti Nabilah menjelaskan, pada tahun ini terdapat lima jenis lomba yang diselenggarakan, masing-masing memiliki tujuan edukatif yang berbeda.
Lomba adzan, kata dia, bertujuan melatih keberanian anak-anak dalam mengumandangkan adzan, dengan harapan ke depan mereka bisa menjadi muadzin di lingkungan masing-masing.
Kemudian lomba sholawat diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Nabi Muhammad SAW serta membiasakan mereka bersholawat dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk lomba tahfidz, kami ingin anak-anak semakin dekat dengan Al-Qur’an, semangat menghafal, dan mampu menjaga hafalannya secara istiqomah,” jelasnya.
Selain itu, lomba ranking 1 digelar untuk melatih kecepatan berpikir, konsentrasi, serta menambah wawasan keislaman dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.
Adapun lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi anak usia TK/PAUD bertujuan mengasah kreativitas dan imajinasi, sekaligus mengenalkan nilai-nilai islami sejak dini.
Lebih lanjut, pihaknya berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
“Harapannya anak-anak bisa lebih percaya diri, semakin semangat belajar agama, lebih dekat dengan Al-Qur’an, serta semakin mencintai Rasulullah,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang religius dan berkarakter.
“Semoga kegiatan ini memberikan kesan positif bagi anak-anak dan orang tua, serta bisa terus berlanjut dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya,” pungkasnya.










