CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Pembinaan Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Strategi Pengendalian Inflasi Daerah, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Apita Cirebon ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, dan dihadiri sejumlah pejabat penting daerah. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hasan Basori, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Randy Tumpal Pardede, Kasdim 0620/Kabupaten Cirebon, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon yang turut memberikan paparan dan arahan.
FGD ini diikuti sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor, baik swasta, BUMN, maupun BUMD, yang berpartisipasi aktif dalam diskusi dan audiensi bersama pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Agus Kurniawan Budiman atau akrab disapa Jigus menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua fokus utama. Pertama, memperkuat pelaksanaan CSR agar lebih terarah, transparan, dan selaras dengan program pembangunan daerah. Kedua, membahas strategi pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
“CSR dan pengendalian inflasi sama-sama berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah. Keduanya harus dijalankan secara sinergis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Jigus.
Luncurkan Aplikasi SIPANTAU CSR
Pemkab Cirebon berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha melalui inovasi digital dan penerapan regulasi yang transparan. Salah satunya adalah peluncuran aplikasi SIPANTAU CSR (Sistem Informasi Pelaporan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan).
Aplikasi ini berfungsi sebagai sarana pelaporan dan pemantauan program CSR secara terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah, sehingga dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, Pemkab juga memperkenalkan strategi pengendalian inflasi daerah bertajuk EMPAL GENTONG, singkatan dari Efektivitas Mitigasi Pengendalian dan Alternatif Logistik Gerakan Ekonomi Tangguh dan Organisasi Nyata Gotong Royong.
Strategi ini menjadi wujud sinergi lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dan dunia usaha dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan ekonomi daerah tetap stabil dan masyarakat terlindungi dari gejolak harga,” tambahnya.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari rencana kerja tahun 2025 yang bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
“Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian integral dari strategi pembangunan Kabupaten Cirebon,” ungkap Dadang.
Selain membahas pelaksanaan CSR, forum ini juga menjadi wadah untuk menjaring masukan dari para pelaku usaha terkait rancangan Peraturan Bupati tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Para peserta dari berbagai perusahaan menyambut positif inovasi SIPANTAU CSR yang dinilai mempermudah pelaporan sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini, Pemkab Cirebon berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang tangguh, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.










