CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong transformasi Mall UMKM agar tidak sekadar menjadi etalase produk, tetapi berkembang sebagai pusat inovasi dan kolaborasi pelaku usaha lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Satu Visi Mall UMKM Coffee Festival 2026 yang digelar di Gedung Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Rabu (21/1/2026).
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat membuka acara menegaskan bahwa fenomena menjamurnya kedai kopi harus dipandang sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi ekosistem industri yang berkelanjutan, bukan sekadar tren gaya hidup.
“Saya ingin Mall UMKM ini benar-benar menjadi rumah inovasi. Workshop seperti V60 dan diskusi Ciremai Coffee Talk hari ini adalah upaya nyata untuk menaikkan kelas produk UMKM. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana mengemasnya dengan standar kualitas dan strategi pemasaran yang tepat agar bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar Effendi Edo.
Ia menekankan, inovasi produk harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan. Menurutnya, pemahaman pengelolaan keuangan dan transformasi digital merupakan kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
“Edukasi keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK ini sangat penting agar pelaku UMKM semakin bijak mengelola modal dan berani bertransformasi ke sistem transaksi digital,” katanya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak pelaku UMKM untuk mengedepankan kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral. Pemerintah Kota Cirebon, kata dia, akan terus menghadirkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Namun motor utamanya tetap kolaborasi dan kemauan pelaku usaha untuk terus belajar dan berinovasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut Satu Visi Mall UMKM Coffee Festival 2026 sebagai momentum strategis untuk menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan acara berstandar nasional bahkan internasional.
“Antusiasme peserta luar biasa. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Malang, Yogyakarta, Semarang, hingga wilayah Ciayumajakuning. Ini membuktikan bahwa Cirebon memiliki daya tarik sebagai titik temu industri kopi nasional,” jelas Iing.
Ia menambahkan, Pemkot Cirebon ingin membangun citra kota sebagai hub pemasaran kopi berkualitas, khususnya kopi yang berasal dari lereng Gunung Ciremai.
Festival ini juga menghadirkan juri kompetisi Aeropress berkelas internasional, di antaranya Jon (peringkat lima dunia), Mendy (peringkat dua dunia), serta Reza dan Rian yang pernah meraih prestasi di Qatar dan Jerman. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan standar penilaian tinggi sekaligus motivasi bagi barista muda lokal.
Selain kompetisi, rangkaian acara juga diisi dengan edukasi literasi keuangan bersama pimpinan Bank Indonesia dan OJK, serta sosialisasi program pendidikan profesi gratis ke Jerman bagi pelajar dan mahasiswa di Kota Cirebon.
“Harapannya, generasi muda Cirebon memiliki wawasan global dan melihat peluang karier hingga tingkat internasional,” ujar Iing.
Satu Visi Mall UMKM Coffee Festival 2026 turut dimeriahkan dengan pembagian 600 cup kopi gratis kepada pengunjung. Berbagai produk unggulan UMKM Kota Cirebon juga dipamerkan untuk mendorong transaksi langsung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.










