Daerah

8.803 PMI Cirebon Siap Berangkat, Wabup Tekankan Literasi Keuangan

×

8.803 PMI Cirebon Siap Berangkat, Wabup Tekankan Literasi Keuangan

Share this article
PMI Cirebon

Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memberikan dukungan serta perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, saat menghadiri peringatan Hari Migran Internasional 2025 tingkat Kabupaten Cirebon, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon itu berlangsung di halaman Kantor Disnaker dan diikuti oleh para calon PMI yang direncanakan akan berangkat bekerja ke luar negeri pada tahun 2025.

Wakil Bupati Cirebon yang akrab disapa Jigus menyampaikan bahwa peringatan Hari Migran Internasional menjadi momen penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap para pekerja migran yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang devisa negara.

“Alhamdulillah, hari ini saya mewakili Pak Bupati menghadiri peringatan Hari Migran Internasional di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini juga dihadiri para calon PMI yang akan diberangkatkan pada tahun 2025,” ujar Jigus.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.803 pekerja migran asal Kabupaten Cirebon akan bekerja di luar negeri. Jumlah tersebut dinilai memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan bagi daerah.

“Tadi sudah dihitung, apabila satu orang rata-rata mengirim sekitar Rp5 juta ke Cirebon, dikalikan kurang lebih 8.000 orang, maka perputaran uang di Kabupaten Cirebon bisa mencapai sekitar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar,” jelasnya.

Menurut Jigus, potensi ekonomi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon secara luas.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait pembinaan dan pendampingan pekerja migran setelah kembali ke tanah air.

“Masih ada pekerjaan rumah bagi kami di Kabupaten Cirebon. Harapannya ke depan ada pelatihan dan pembinaan, terutama terkait literasi keuangan, agar hasil kerja mereka di luar negeri bisa dikelola dengan baik dan tidak habis begitu saja,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung harapan yang kerap disampaikan masyarakat terkait pekerja migran.

“Ada ungkapan berangkat jadi pekerja migran, pulang jadi juragan. Inilah yang kita harapkan, agar setelah bekerja di luar negeri, setidaknya mereka mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tegas Jigus.