Daerah

Normalisasi Muara Dadap, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Kelautan Indramayu

×

Normalisasi Muara Dadap, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Kelautan Indramayu

Share this article
muara dadap

INDRAMAYU – Sebagai langkah optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap, dilakukan sosialisasi pengerukan sedimentasi hasil kerja sama antara TNI Angkatan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu tahun 2025.

Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Kepala Diskanla Indramayu, Edi Umaedi, meninjau langsung kapal keruk yang digunakan untuk normalisasi aliran sungai di kawasan perairan Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan pengerukan ini disebut menjadi langkah strategis untuk memperlancar aktivitas nelayan sekaligus memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat ekonomi kelautan.

Bupati Lucky menjelaskan, meski pengerjaan kapal keruk seharusnya menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah kabupaten mengajukan percepatan agar masyarakat segera mendapatkan manfaatnya.

“Saat ini satu kapal keruk digunakan untuk melayani 14 muara di wilayah Indramayu. Harapan saya, pemerintah pusat dan provinsi bisa kembali memberikan dukungan anggaran agar masyarakat Indramayu, khususnya Desa Dadap, bisa terus bergotong royong memperkuat sektor perikanan. Nantinya kawasan ini akan berkembang tiga kali lipat dari kondisi sekarang,” ungkap Lucky.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem (PPMC), Ahman Kurniawan, yang turut hadir bersama Kuwu Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi, menambahkan bahwa Pelabuhan Dadap menjadi prioritas utama dalam program optimalisasi pelabuhan di wilayah pesisir.

Menurutnya, sudah diusulkan pula pembangunan Kampung Nelayan Dadap dengan kapasitas 60 unit rumah di atas lahan milik pemerintah provinsi.

“Ini berkah bagi Dadap. Saya melihat Dadap bukan hanya dikenal dengan mangganya, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pintu masuk dan keluar produk hasil industri perikanan dari Indramayu ke seluruh Indonesia. Ke depan, wilayah utara ini bisa menjadi pusat ekspor-impor hasil perikanan yang berbeda dengan pelabuhan lainnya, karena nantinya kapal berukuran besar pun dapat masuk melalui muara Dadap,” ujarnya.

Sementara itu, Slamet (32), nelayan setempat, mengaku senang dengan adanya pengerukan lumpur di muara Dadap. “Dengan dikeruk, aktivitas perahu jadi lancar,” katanya singkat.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah, nelayan, dan pihak terkait untuk memastikan proses pengerukan sungai dalam rangka optimalisasi fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap berjalan lancar dan tepat sasaran.