CirebonersID – Bupati Cirebon, Imron, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera menuntaskan proses Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Imron saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama Sekretaris Daerah, kepala SPPG, serta ahli gizi di masing-masing wilayah di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, program MBG merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang cukup, aman, dan sehat.
“Negara yang maju harus disiapkan sumber daya manusianya. SDM yang sehat dan cerdas hanya bisa tercapai jika masyarakat mendapatkan makanan bergizi,” ujar Imron.
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan peternak daerah sebagai pemasok bahan pangan.
“SPPG diharapkan membeli bahan baku dari petani dan pelaku usaha di sekitarnya. Dengan begitu, ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.
Bupati menekankan agar seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dinas Kesehatan dan koordinator wilayah program gizi. Hal ini guna memastikan proses sertifikasi berjalan cepat tanpa kendala administratif.
“Program bagus dari pemerintah pusat ini jangan sampai terhambat hanya karena persoalan teknis. Semua pihak harus bekerja sama dan saling berkoordinasi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mengungkapkan dari 48 SPPG yang telah mengajukan SLHS, baru 22 yang diterbitkan, sementara 26 lainnya masih dalam proses inspeksi oleh Dinas Kesehatan. Beberapa di antaranya masih perlu memenuhi persyaratan teknis seperti IPAL, peralatan dapur stainless steel, dan pengelolaan sampah sesuai standar kesehatan.
“Kami tetap berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program MBG sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan menciptakan generasi yang produktif serta berdaya saing tinggi,” kata Hendra.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, menambahkan total SPPG yang akan beroperasi mencapai 179 unit. Dari jumlah tersebut, 45 unit telah beroperasi, 44 siap diluncurkan, dan 48 sedang mengajukan SLHS, dengan target melayani 3.000–4.000 penerima manfaat di setiap SPPG.
Penerima manfaat program MBG meliputi siswa TK hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, hingga peserta SLB.
Untuk mempercepat penerbitan sertifikasi, Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan, inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan keamanan pangan, serta pemeriksaan sampel air, makanan, dan peralatan memasak bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah.
“Manajemen yang baik dan sertifikasi yang cepat akan memastikan program MBG benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan keluarga di Kabupaten Cirebon,” pungkas Eni.*










