CirebonersID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Cirebon, digelar acara fashion show bertema Batik Mega Mendung di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal melalui seni membatik.
Fashion show ini tak sekadar ajang peragaan busana, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas budaya lokal dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Batik Mega Mendung yang menjadi ikon khas Cirebon diangkat sebagai simbol cinta tanah air dan kreativitas anak bangsa.
“Acara ini juga dalam rangka memberikan apresiasi kepada subsektor ekonomi kreatif dalam bidang seni membatik agar bisa terus eksis, khususnya untuk generasi muda saat ini agar bisa menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai daerah tujuan wisata dengan batiknya,” ujar Bupati Imron dalam sambutannya.
Imron menegaskan bahwa peragaan busana ini merupakan implementasi dari amanah dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia. Ia berharap acara serupa bisa digelar secara berkelanjutan untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Cirebon.
“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang berpartisipasi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penggerak untuk pelaksanaan event-event serupa ke depan,” tuturnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon. Para peserta berasal dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, serta jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang tampil mengenakan berbagai kreasi busana berbahan Batik Mega Mendung.
Fitri Ronianto selaku panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mencintai, melestarikan, mempromosikan, sekaligus mengembangkan warisan budaya asli Cirebon. Serta, menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan identitas budaya lokal,” ujar Fitri.










