CirebonersID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan pemerintah daerah di tingkat kota dan kabupaten agar menjaga kelestarian alam, khususnya keberadaan sumber mata air yang dinilai menjadi aspek utama dalam pembangunan.
“Di dalam ajaran Siliwangi itu adalah go-green, di mana sungai ya harus bersih. Kalau sungai harus bersih berarti judulnya Cai, itu teologinya, lalu harus melahirkan tata bangunan, dan tata bangunan harus melahirkan IMB,” tutur KDM.
Ia menyoroti maraknya bangunan liar yang berdiri di tepi jalan dan bantaran sungai. Menurutnya, keberadaan bangunan semacam itu mencerminkan ketidakpedulian terhadap kelestarian air sebagai sumber kehidupan.
Selain itu, KDM juga menyinggung banyaknya perencanaan dan seminar yang digelar tanpa diikuti dengan proyek nyata di masyarakat.
“Silakan cek ada berapa ribu kajian, di kabupaten kota ada berapa perencanaan. Karena di pemerintah ada proyek perencanaan, perencanaannya ada, tapi proyeknya tidak ada,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keberanian kepala daerah untuk menindak pelanggaran tata ruang, termasuk menertibkan bangunan liar.
“Seluruh Jawa Barat, jalan rayanya dipenuhi oleh warung. Saya tanya walikota, saya mau beresin, bapa ga berani nertibin? Saya tanya, dia mengatakan tidak berani. Ai Walikota teu wani komo lurah,” tegasnya.
Untuk itu, KDM menegaskan perlunya setiap daerah memegang teguh nilai-nilai dasar pembangunan berbasis alam, seperti dalam konsep Tritangtu Tatar Sunda.
“Konsepnya gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, jeung lembah kudu sawahan. Itu konsep Tritangtu Tatar Sunda yang mengajarkan tatar Sunda dibangun dalam kerangka itu,” tutupnya.










