Kota

Pemkot Cirebon Optimistis Jadi “Yogyakarta-nya Jawa Barat”

×

Pemkot Cirebon Optimistis Jadi “Yogyakarta-nya Jawa Barat”

Share this article
Gedung BAT Kota Cirebon.
Gedung British American Tobacco (BAT), salah satu cagar budaya yang dibangun pada masa pendudukan Belanda dan menjadi salah satu ikon Kota Cirebon. Foto: Cireboners/Rifki

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon optimistis daerahnya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi “Yogyakarta-nya Jawa Barat.”

Keyakinan itu didasari oleh kekayaan sejarah dan budaya yang kuat, serta keberadaan sejumlah keraton yang menjadi ciri khas Kota Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menilai Kota Cirebon sangat memungkinkan untuk dikembangkan bahkan bisa melampaui Yogyakarta, jika dikelola secara berkelanjutan dan kolaboratif.

“Kita harapkan memang sangat memungkinkan, bahkan mungkin bisa melebihi Jogja, karena kalau melihat potensi dan keunggulan, terutama dari sisi budaya, Cirebon memiliki lebih banyak keraton dibandingkan dengan Jogja,” ujarnya.

Selain memiliki keraton terbanyak, Agus menambahkan bahwa warisan budaya Cirebon juga dinilai lebih tua.

“Selain kita memiliki keraton terbanyak, warisan budayanya juga lebih tua, ditambah berbagai karya seni serta tradisi yang lahir dari lingkungan keraton,” tambahnya.

Menurut Agus, saat ini Pemkot Cirebon tengah berupaya memetakan kawasan wisata bernilai sejarah untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.

“PR kita adalah bagaimana memetakan kawasan-kawasan wisata yang ada. Arah ke sana sudah mulai dilakukan, meski prosesnya cukup panjang,” katanya.

Agus mengungkapkan, sejumlah langkah konkret telah dijalankan Pemkot Cirebon.

“Tahun lalu, Pemkot mulai melakukan penataan di kawasan Kampung Arab Panjunan, sementara tahun ini fokus diarahkan ke kawasan Pecinan dan Keraton, termasuk pemasangan signage (penunjuk arah dan informasi budaya),” jelasnya.

Selain itu, kawasan kota tua juga menjadi perhatian utama. Pemkot telah mengaktifkan kembali beberapa titik bersejarah seperti Gedung Bundar dan Pelabuhan Cirebon yang kini tengah disulap menjadi ruang kegiatan seni dan budaya.

“Gudang-gudang tua di kawasan pelabuhan sedang disiapkan untuk penyelenggaraan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) yang bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Setelah FKSM di bulan November, kegiatan komunitas akan terus kita dorong agar narasi sejarah Cirebon semakin hidup,” ujarnya.

Agus menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadikan Cirebon sebagai pusat budaya dan sejarah di Jawa Barat. Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak.

Melalui langkah bertahap dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Cirebon berharap citra kota ini sebagai pusat budaya, sejarah, dan kreativitas semakin kuat. Dengan begitu, Cirebon benar-benar bisa mewujudkan diri sebagai “Yogyakarta-nya Jawa Barat.”

“Ini proses panjang dan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan semua stakeholder sangat penting,” tegasnya.*