CirebonersID — Jumlah penduduk miskin di Kota Cirebon mengalami penurunan pada tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, angka kemiskinan turun menjadi 29,17 ribu orang atau setara dengan 9,02 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 29,49 ribu orang (9,16 persen).
Data ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah kota mulai menunjukkan hasil. Penurunan sebesar 0,32 ribu orang dinilai sebagai langkah positif, meskipun tantangan pengentasan kemiskinan masih cukup besar.

Selain menurunnya jumlah penduduk miskin, indikator-indikator lain yang mengukur tingkat dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), yang menggambarkan seberapa jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan, mengalami penurunan dari 1,29 pada tahun 2023 menjadi 1,18 pada 2024. Penurunan ini menandakan bahwa secara rata-rata, penduduk miskin kini memiliki pengeluaran yang lebih mendekati garis kemiskinan.
Begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), yang mencerminkan ketimpangan pengeluaran di antara kelompok masyarakat miskin. Pada 2024, indeks ini berada di angka 0,25, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 0,29. Artinya, jurang perbedaan di antara penduduk miskin di Kota Cirebon semakin menyempit.
Namun, di tengah perbaikan tersebut, garis kemiskinan juga mengalami kenaikan. Pada 2024, garis kemiskinan di Kota Cirebon tercatat sebesar Rp545.592 per kapita per bulan, meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp520.579. Kenaikan ini turut mencerminkan meningkatnya kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu untuk tidak dikategorikan sebagai miskin.
Peningkatan garis kemiskinan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari inflasi kebutuhan pokok hingga kenaikan harga energi dan transportasi. Meski demikian, indikator lainnya tetap menunjukkan bahwa kondisi masyarakat miskin di Kota Cirebon secara umum mengalami perbaikan.
Penurunan angka kemiskinan serta membaiknya indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan diharapkan bisa menjadi pijakan awal untuk kebijakan sosial ekonomi yang lebih menyasar akar persoalan kemiskinan. Pemerintah Kota Cirebon diharapkan terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan kerja, serta bantuan sosial yang tepat sasaran.
Dengan langkah yang berkelanjutan dan terarah, kemiskinan di Kota Cirebon berpotensi untuk ditekan lebih jauh ke depan. Meski capaian tahun ini tergolong positif, namun penguatan strategi pengentasan kemiskinan tetap dibutuhkan agar setiap warga bisa hidup lebih sejahtera. (Rifki)









