Kota

Pemkot Cirebon Dukung Perluasan Rawat Inap RS Pelabuhan

×

Pemkot Cirebon Dukung Perluasan Rawat Inap RS Pelabuhan

Share this article
RS

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas kesehatan melalui perluasan layanan rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan. Dukungan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri acara groundbreaking gedung rawat inap baru RS Pelabuhan, Selasa (20/1/2026).

Bagi Wali Kota, RS Pelabuhan memiliki nilai historis tersendiri. Rumah sakit tersebut menjadi bagian dari memori masa kecilnya bersama keluarga, sehingga memiliki kedekatan emosional yang kuat hingga kini.

“Sejak kecil, rumah sakit ini sudah menjadi tempat favorit saya dan keluarga untuk berobat. Sampai sekarang, RS Pelabuhan tetap punya arti penting bagi saya,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan, komitmen Pemkot Cirebon dalam mendukung pengembangan RS Pelabuhan sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang demi mewujudkan warga yang sehat dan sejahtera.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada manajemen PT Rumah Sakit Pelabuhan dan Pertamina Bina Medika IHC atas langkah strategis memperluas fasilitas layanan kesehatan. Perluasan rawat inap dinilai sebagai bentuk adaptasi rumah sakit terhadap meningkatnya kebutuhan dan ekspektasi masyarakat.

“Saya bangga karena konsep pembangunan ini sangat membantu pemerintah. Terima kasih sudah berkontribusi bagi warga. Ke depan, manfaatnya bukan hanya dirasakan masyarakat Kota Cirebon, tetapi juga warga dari daerah sekitar,” katanya.

Effendi Edo menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakatnya. Sebagai pusat aktivitas ekonomi di wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai, baik dari sisi kapasitas, kenyamanan, maupun kecepatan layanan.

Ia berharap gedung rawat inap baru RS Pelabuhan dapat memperkuat sistem layanan kesehatan secara menyeluruh. Pembangunan tersebut juga diminta sejalan dengan konsep Smart City, termasuk penerapan digitalisasi layanan agar proses pelayanan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Meski demikian, Wali Kota menekankan bahwa teknologi dan fasilitas modern harus dibarengi dengan pelayanan yang humanis.

“Ruh sebuah rumah sakit adalah pelayanannya. Bangunan boleh megah, alat boleh canggih, tapi yang paling penting adalah ketulusan dan kepedulian tenaga medis kepada pasien,” tegasnya.

Ia juga mendorong sinergi antara RS Pelabuhan dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon guna memperkuat sistem rujukan yang terintegrasi. Pemkot Cirebon, kata dia, akan terus membuka ruang bagi investasi yang berdampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui kemudahan regulasi dan administrasi.

Kepada pihak pengembang dan kontraktor, Effendi Edo mengingatkan agar proses pembangunan di kawasan Jalan Sisingamangaraja tetap memperhatikan aspek keselamatan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan.

Sementara itu, Direktur RS Pelabuhan, dr. Otto Berhen Kawanda, menjelaskan bahwa pembangunan gedung rawat inap baru merupakan bagian dari rencana pengembangan jangka panjang rumah sakit yang telah beroperasi sejak 1978.

“Kami menargetkan total kapasitas tempat tidur mencapai 232 unit. Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama dimulai tahun 2026, dilanjutkan tahap kedua pada 2028, dan tahap ketiga pada 2030,” jelas dr. Otto.

Gedung baru tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), laboratorium, radiologi, poliklinik rawat jalan, hingga kamar operasi. Selain itu, layanan perawatan intensif seperti ICU, ICCU, dan HCU juga akan diperkuat.

Dengan pengembangan ini, RS Pelabuhan diharapkan dapat terus berperan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

“Kami berharap kolaborasi antara RS Pelabuhan dan Pemerintah Kota Cirebon dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas dr. Otto.