Kota

Perkuat Ekonomi Digital, Pemkot Cirebon Tekankan Etika Komunikasi bagi Wirausahawan Muda

×

Perkuat Ekonomi Digital, Pemkot Cirebon Tekankan Etika Komunikasi bagi Wirausahawan Muda

Share this article
wirausaha digital

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan pentingnya etika dan kecakapan komunikasi sebagai fondasi utama dalam penguatan ekonomi digital, khususnya bagi kalangan wirausahawan muda. Penekanan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Digital di Majelis Bani Asy Syafiiyah, Rabu (7/1/2026).

Menurut Wakil Wali Kota, kepemilikan perangkat digital yang canggih tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa diiringi kemampuan meramu pesan dan membangun komunikasi yang baik. Di era digital, keterampilan bertutur dan menyampaikan nilai produk menjadi penentu apakah seseorang mampu berkembang sebagai pelaku usaha atau hanya menjadi pengguna pasif media sosial.

Ia menilai perkembangan teknologi saat ini kerap melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan penggunanya dalam membangun narasi yang positif dan produktif. Padahal, transformasi digital telah menjadi arus utama yang menuntut masyarakat untuk adaptif dan bijak dalam memanfaatkannya.

“Kecanggihan gawai harus diimbangi dengan kecakapan menyampaikan pesan. Di ruang digital, cara kita berkomunikasi, mempresentasikan produk, dan membangun kepercayaan dengan konsumen yang tidak kita temui secara langsung menjadi kunci keberhasilan,” ujar Siti Farida.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan ekonomi, termasuk pasca-pandemi, mengharuskan masyarakat berani mengambil peran sebagai pelaku usaha, bukan sekadar konsumen. Dalam konteks tersebut, komunikasi yang efektif menjadi fondasi penting agar produk dan jasa dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemerintah Kota Cirebon juga mengapresiasi PKBM Surapandan atas inisiatif penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan digital tersebut. Wakil Wali Kota berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus etika berkomunikasi dalam berbisnis.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan nonformal, Pemkot Cirebon optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tuti Alawiyah, mengajak peserta untuk mengubah pola pikir dalam memanfaatkan perangkat digital. Ia menyoroti kebiasaan penggunaan media sosial yang cenderung pasif dan belum diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah secara ekonomi.

“Digital akan sangat positif jika dimanfaatkan secara produktif. Potensi untuk menghasilkan keuntungan terbuka lebar apabila gawai digunakan dengan orientasi kewirausahaan,” ujarnya.

Tuti menambahkan, melalui pelatihan ini peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung pemanfaatan platform digital secara optimal. Ia pun mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak hanya menjadi pengikut tren tanpa hasil nyata.

“Jangan hanya habiskan waktu dengan scroll tanpa tujuan. Kita dorong agar aktivitas digital bisa berdampak pada kemandirian ekonomi dan menjadi sumber penghasilan,” pungkasnya.