BANDUNG – Pemerintah Kota Cirebon mencatat tingkat inflasi yang stabil sepanjang tahun 2025, dengan capaian 0,32 persen (mtm) pada Oktober 2025 dan 2,27 persen (ytd). Angka tersebut masih berada dalam rentang target nasional 2,5 persen ± 1 persen, menjadi dasar pengendalian harga menjelang akhir tahun.
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyampaikan bahwa capaian inflasi tersebut merupakan hasil penguatan koordinasi lintas sektor serta program pengendalian harga yang konsisten. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID Ciayumajakuning di Bandung, Rabu (19/11/2025).
“Capaian inflasi Kota Cirebon menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian yang kita jalankan berada di jalur yang tepat. Pemerintah daerah, TPID, dan pemangku kepentingan terus bekerja menjaga pasokan dan keterjangkauan harga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa TPID Kota Cirebon tengah memfinalisasi Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027 melalui Bagian Hukum Setda. Pemerintah Kota juga memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan antardaerah melalui sembilan langkah konkret pengendalian inflasi dan kolaborasi regional.
Program pengendalian harga yang telah dilaksanakan meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), Mall UKM Klemprakan, Pasar Murah Keliling, penyaluran OPADI Provinsi Jawa Barat, serta bantuan pangan dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Kota juga melakukan sidak rutin di pasar tradisional dan ritel modern untuk memantau harga serta memastikan ketersediaan stok.
Melalui DKP3, Pemkot menyiapkan 34.729 kilogram Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dan mendorong urban farming, termasuk pemanfaatan lahan abadi untuk penanaman cabai dan gerakan menanam oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
Penguatan ketahanan pangan juga diwujudkan melalui Program Gapura Pangan, yang memperluas jejaring suplai pangan lintas daerah melalui kerja sama pelaku usaha. Kolaborasi antardaerah diperkuat dengan Peraturan Wali Kota No. 26 Tahun 2025, sekaligus membuka ruang implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
TPID Kota Cirebon juga meningkatkan pelaporan dan evaluasi kinerja sebagai persiapan menuju TPID Award 2025. Pemerintah Kota menegaskan komitmen memperkuat peran BUMD pangan dan memastikan strategi pengendalian harga berjalan efektif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jajang Hermawan, memberikan apresiasi atas kinerja TPID Ciayumajakuning dalam menjaga stabilitas harga sepanjang 2025. Ia menyebut capaian inflasi yang terjaga mencerminkan efektivitas koordinasi lintas wilayah.
Inflasi Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka pada Oktober 2025 masing-masing berada pada 0,32 persen dan 0,34 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,90 persen dan 2,99 persen (yoy). Kedua daerah masih berada sesuai target nasional.
Hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 230 kegiatan pengendalian harga telah dilaksanakan, termasuk GPM, operasi pasar, bazar murah, dan SPHP. Bank Indonesia juga mendorong percepatan Kajian Neraca Pangan se-Ciayumajakuning untuk penguatan rantai pasok dan implementasi KAD menjelang periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).
“Stabilitas inflasi adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang sudah terbangun, TPID Ciayumajakuning mampu menjawab tantangan pengendalian inflasi ke depan,” ujar Jajang.









