Kota

Penurunan Stunting di Kota Cirebon Capai Hasil Signifikan, Pemprov Jabar Apresiasi

×

Penurunan Stunting di Kota Cirebon Capai Hasil Signifikan, Pemprov Jabar Apresiasi

Share this article
Penurunan Stunting

CirebonersID – Upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam menurunkan angka stunting mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini disampaikan langsung dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Stunting yang digelar di Balai Kota Cirebon, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda Pemprov Jabar ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, serta Ketua Tim Monev dari provinsi, drg Juanita Paticia Fatima, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jabar.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa Kota Cirebon berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9% pada 2023 menjadi 14,9% di 2024. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor di daerah.

“Capaian ini bukan kerja satu pihak. Seluruh elemen berperan, mulai dari camat, lurah, petugas kesehatan, kader, hingga organisasi profesi dan masyarakat,” ujarnya.

Penurunan angka stunting ini juga sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029. Pada tahun 2025, Pemkot Cirebon menargetkan angka stunting turun menjadi maksimal 13,95%.

Pemerintah pusat sendiri telah menjadikan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam RPJMN 2020–2024, dengan target nasional sebesar 14% pada 2024. Dalam dokumen RPJMN 2025–2029, isu ini tetap dipertahankan sebagai fokus utama pembangunan.

Siti Farida juga menekankan bahwa percepatan penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, dengan pendekatan dari hulu ke hilir. Kelompok sasaran mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga rumah tangga menjadi target intervensi berlapis.

Sementara itu, Ketua Tim Monev drg Juanita Paticia Fatima menilai capaian Kota Cirebon patut diapresiasi. Ia menyebut penurunan yang terjadi sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Kota Cirebon luar biasa. Ini bukti bahwa kerja lintas sektor dan komitmen bersama bisa memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Juanita menambahkan, Monev yang dilakukan Pemprov Jabar di berbagai daerah bertujuan untuk memastikan kesinambungan program serta menyampaikan umpan balik secara langsung kepada daerah.

“Harapannya, ada kesepakatan baru dari pertemuan ini untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan partisipasi semua pihak dalam penanggulangan stunting,” pungkasnya.