CirebonersID – Sebanyak 100 siswa mulai menjalani proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Pronggol No. 19, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk. Sekolah ini menjadi satu dari 65 lokasi percontohan program nasional dari Kementerian Sosial RI yang mulai aktif pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Berbagi lokasi dengan SMP Negeri 18, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa jenjang SD dan SMP, dengan pendekatan pendidikan inklusif yang mengedepankan adaptasi terhadap kondisi siswa. Pemerintah Kota Cirebon turut hadir mengawal hari pertama pembelajaran, yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan seluruh peserta didik.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus dijaga melalui komitmen dan kesiapan daerah.
“Kita sudah lakukan evaluasi dari sisi sarana, tenaga pengajar, dan dukungan lainnya. Masih ada beberapa catatan teknis, tapi akan kami tindak lanjuti,” ujarnya usai meninjau langsung aktivitas sekolah, Senin (15/7/2025).
Saat ini, proses pembelajaran dibagi ke dalam dua kelas SD dan dua kelas SMP. Sekolah juga akan menjalankan tes kebugaran siswa yang hasilnya akan dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan untuk menyesuaikan pendekatan belajar masing-masing anak.
Dari sisi infrastruktur, tersedia enam kamar mandi yang masih dianggap belum ideal untuk total 100 siswa—terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 37 siswi perempuan. Agus menyebut pembagian ruang menjadi salah satu prioritas evaluasi yang segera dibahas lebih lanjut.
Sekolah Rakyat juga didukung 13 tenaga pengajar, termasuk guru Pendidikan Agama Islam, serta staf operasional seperti tenaga administrasi, bendahara, petugas dapur, hingga kebersihan.
Menariknya, pendekatan pendidikan yang diterapkan berbeda dari sekolah formal pada umumnya. Sekolah ini menggunakan kurikulum Meme (multi-entry dan multi-exit) yang memungkinkan siswa menyesuaikan waktu masuk dan kelulusan berdasarkan kesiapan pribadi dan perkembangan individu.
Pemkot Cirebon menyatakan akan terus mendampingi jalannya Sekolah Rakyat, termasuk dalam hal koordinasi dengan kementerian terkait guna menjamin kelengkapan fasilitas dan kualitas pembelajaran.
“Sekolah ini tidak hanya hadir secara fisik, tapi harus benar-benar menjadi ruang pendidikan yang bermartabat dan berpihak pada siswa,” tutup Agus.









