Kota

Gandeng Edan Sepur, KAI Daop 3 Cirebon Kampanyekan Keselamatan Pelintasan dan Anti Pelecehan Seksual

×

Gandeng Edan Sepur, KAI Daop 3 Cirebon Kampanyekan Keselamatan Pelintasan dan Anti Pelecehan Seksual

Share this article
edan sepur

CirebonersID –  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon berkolaborasi dengan Komunitas Edan Sepur untuk menggelar sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang dan kampanye anti pelecehan seksual, Sabtu (12/7/2025).

Kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda: perlintasan sebidang tak terjaga JPL 196 Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, serta Stasiun Cirebon Prujakan.

Menurut Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan kenyamanan di lingkungan transportasi publik.

“Keselamatan di perlintasan sebidang dan pencegahan pelecehan seksual jadi fokus utama kami. Ini bagian dari tanggung jawab bersama antara operator, komunitas, dan masyarakat,” ujar Muhibbuddin.

Sosialisasi dimulai di perlintasan sebidang dengan pembagian selebaran, spanduk, serta imbauan menggunakan pengeras suara. Para pengguna jalan diimbau berhenti sejenak dan menoleh sebelum melintas demi menghindari kecelakaan.

Kegiatan berlanjut ke Stasiun Cirebon Prujakan. Komunitas Edan Sepur menyosialisasikan bentuk-bentuk pelecehan seksual, cara melapor, dan langkah pencegahannya. Edukasi diberikan kepada penumpang baik di area stasiun maupun di dalam kereta.

Sebagai bentuk pendekatan humanis, para relawan juga membagikan bunga dan cokelat kepada penumpang serta mengajak mereka menandatangani petisi kampanye anti pelecehan sebagai wujud dukungan terhadap lingkungan transportasi yang aman.

“Antusiasme penumpang, terutama perempuan, cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa isu perlindungan di ruang publik memang penting untuk terus digaungkan,” ungkap Muhibbuddin.

Ia memastikan bahwa KAI Daop 3 Cirebon akan terus mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pelanggan, sekaligus mengajak masyarakat lebih sadar akan pentingnya menciptakan ruang transportasi yang inklusif dan bebas dari pelecehan.