CirebonersID — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon menggelar kegiatan Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Umum pada Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.
Menariknya, kegiatan tersebut menghadirkan publik figur sekaligus penulis, Risty Tagor, yang memberikan pandangannya terkait dunia kepenulisan dan literasi di Indonesia. Acara ini diikuti berbagai komunitas literasi, pustakawan dari institusi pendidikan, pelajar, mahasiswa, dan pengelola perpustakaan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir dalam pembukaan kegiatan, menyampaikan bahwa agenda ini murni digagas oleh kreativitas Dispusip tanpa menggunakan dana APBD. Ia menyebut, kegiatan tersebut merupakan hasil pemanfaatan bantuan dari pemerintah pusat.
“Forum seperti ini menunjukkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga membuka ruang diskusi dan memperluas wawasan,” ujar Effendi dalam sambutannya.
Ia juga menggarisbawahi capaian Kota Cirebon dalam dua tahun terakhir sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Jawa Barat. Data menunjukkan, skor IPLM Cirebon meningkat dari 87,75 (2023) menjadi 95,37 (2024).
Kenaikan skor ini dianggap sebagai bukti bahwa gerakan literasi di Cirebon berjalan dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Effendi mendorong agar program literasi diperluas jangkauannya, terutama ke wilayah yang belum terakses layanan perpustakaan.
Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, menyebut bahwa kehadiran Risty Tagor bukan hanya karena latar belakangnya sebagai selebriti, tapi karena peran aktifnya sebagai penulis. Menurutnya, keterlibatan figur publik yang juga produktif menulis bisa menginspirasi generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menulis itu bisa dilakukan siapa saja. Literasi bukan hal eksklusif, tapi bisa tumbuh dari pengalaman hidup, dari hal-hal yang dekat dengan keseharian,” ucap Gunawan.
Ia berharap, forum seperti ini bisa menjadi ajang tahunan yang lebih besar dan terstruktur. Dispusip juga membuka kemungkinan kolaborasi lanjutan dengan penulis-penulis lain yang dapat menjangkau beragam kalangan masyarakat.
Selain sesi bedah buku, kegiatan juga diselingi diskusi interaktif yang membahas pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini, serta bagaimana membangun motivasi menulis di kalangan remaja.
Dengan program seperti ini, Cirebon mempertegas posisinya sebagai salah satu kota yang serius membangun literasi, bukan hanya dari sisi sarana dan prasarana, tapi juga dari kualitas kegiatan dan partisipasi publik yang aktif.









