Indramayu, CirebonersID – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE/Health, Safety, Security & Environment) yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui program Safety Leadership Program (SLP) 4.0, Kilang Pertamina Balongan kembali melanjutkan upaya strategis untuk mendukung kinerja unggul di bidang HSSE.
Hingga pertengahan tahun 2025, Kilang Balongan telah mencatatkan hampir 3 juta Jam Kerja Aman (JKA), sebuah pencapaian yang menjadi cerminan implementasi budaya kerja aman yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini.
Fokus pada Budaya Selamat dan 9 Perilaku Wajib
Manager HSSE RU VI Balongan, Moch. Arifin, menjelaskan bahwa SLP 4.0 dirancang khusus untuk menanamkan Corporate Life Saving Rules dan 9 Perilaku Wajib di Pertamina kepada seluruh pekerja.
“Workshop SLP 4.0 sudah kami selenggarakan hingga 11 batch dan telah diikuti oleh lebih dari 330 pekerja dari berbagai kategori, termasuk pekerja organik, tenaga kerja alih daya, hingga pekerja volume,” ujar Arifin.
Program ini ditujukan untuk membangun kesadaran dan kepedulian kolektif terhadap pentingnya keselamatan kerja, dari manajemen hingga lini operasional terdepan.
Kilang Strategis Penopang Energi Nasional
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU VI Balongan, Keishkara Hanandhita Putri, menekankan bahwa peran strategis Kilang Balongan sebagai penopang suplai energi untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat harus ditunjang dengan operasional yang aman dan andal.
“Kilang Balongan merupakan salah satu kilang tercanggih di Indonesia, dengan Nelson Complexity Index 11,9 dan kapasitas pengolahan sebesar 150 ribu barel per hari. Untuk itu, keberlangsungan operasional kilang mutlak didukung oleh penerapan budaya HSSE yang kuat, salah satunya melalui program SLP 4.0,” jelas Keishkara.
Perwira Muda Ambil Peran dalam Penguatan HSSE
SLP 4.0 juga melibatkan perwira muda Kilang Balongan sebagai narasumber dan agen perubahan. Di antaranya adalah Asep Reza Predisha (Officer I HSE Compliance) dan Aditya Saputra Iskandar (Jr Operator II WIF Salamdarma) yang turut berperan dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan kerja.
Menurut Asep, penerapan HSSE Golden Rules yang mencakup Patuh, Intervensi, dan Peduli (PIP) menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan saling menjaga.
“Setiap pekerja diharapkan saling mengenal dan peduli, sehingga intervensi terhadap tindakan tidak aman dapat dilakukan tanpa menyinggung atau membuat tidak nyaman,” ujarnya.
Empat Budaya Safety Diterapkan Secara Berkelanjutan
Kilang Pertamina Balongan juga secara aktif mengembangkan budaya keselamatan melalui empat program utama, yaitu Warm Welcome, Safety Campaign, Family Road Trip, dan PJS Berkah.
Keishkara menyampaikan bahwa melalui pendekatan yang berkelanjutan ini, perusahaan berharap seluruh pekerja dapat menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
“Harapan kami, seluruh program dan budaya keselamatan yang dijalankan ini dapat menghadirkan kilang yang aman, bebas dari kecelakaan kerja, serta senantiasa berwawasan lingkungan,” pungkasnya.










