CIREBON — Suasana riang terdengar di Taman Cirebon Power, Jumat (24/10/2025), saat puluhan anak pesisir mengikuti kegiatan Safari Literasi, program yang digelar komunitas Kolaborator Kebaikan.Id (KK.ID) bersama Paragon Corp dalam rangkaian Paragonation 2025.
Paragonation sendiri merupakan platform strategis Paragon yang menggabungkan semangat intrapreneurship, teknologi, serta kebermanfaatan sosial. Tahun ini, salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas literasi anak pesisir di wilayah Ciayumajakuning, termasuk Cirebon.
Dekatkan Anak Pesisir dengan Dunia Literasi
Kawasan pesisir kerap digambarkan sebagai wilayah yang rentan tertinggal, dengan sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan, buruh lepas, ataupun pekerja migran. Kesibukan mencari nafkah sering membuat pendampingan belajar di rumah menjadi minim, sementara fasilitas membaca di sekitar tempat tinggal juga terbatas.
Kondisi ini terlihat di dua lokasi yang menjadi sasaran kegiatan, yakni Kanci Kulon dan Cangkol Tengah di mana keduanya pernah bersinggungan dengan program KK.ID sebelumnya.
Mengusung konsep “safari literasi”, anak-anak diajak belajar sambil bermain dan mengunjungi tempat yang sebagian dari mereka bahkan belum pernah datangi yaitu Perpustakaan 400 Kota Cirebon. Safari ini berlangsung di tiga lokasi, yaitu Taman Cirebon Power, Masjid Raya At-Taqwa, dan Perpustakaan 400.
Antusiasme peserta cukup tinggi. Sekitar 50 anak dari berbagai sekolah ikut terlibat. Tujuannya sederhana namun penting yaitu membangun kebiasaan berliterasi dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kolaborasi Penta Helix untuk Pendidikan
CEO KK.ID, Omar Qad Panity, mengatakan kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat merasakan petualangan melalui buku.
“Petualangan dimulai setelah halaman terbuka, safari literasi ini kegiatannya main tapi gak main-main, punya output dan outcome yang jelas seperti halnya anak jadi senang belajar dan punya motivasi untuk berliterasi setidaknya membaca buku” ujarnya.
Omar menambahkan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi pentahelix antara komunitas, perusahaan, dan pemerintah. Dalam hal ini yaitu KK.ID, Paragon Corp, dan DISPUSIP Kota Cirebon.
“Kami atas nama penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasamanya, kami sedang belajar menjalankan kolaborasi penta helix itu terlebih di isu pendidikan” tambahnya.
Disambut Antusias Anak dan Pendamping
Respons positif datang dari para peserta. Windi dan Mila, dua peserta dari Kanci, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.
“Seru sekali kak, bisa belajar hal baru dan nyobain naik mobil besar,” kata mereka.
Hal serupa disampaikan Wirda dan Nana dari Cangkol Tengah.
“Kakak-kakaknya pada baik acaranya juga asik, bisa liat perpustakaan besar,” ungkap mereka.
Pendamping kegiatan juga memberikan apresiasi. Nur dari Library Cirebon Power menilai safari literasi ini memberikan energi positif bagi anak-anak.
“Kegiatannya keren, anak-anak pada happy dan gokil abis,” ujarnya.
Sementara itu, Fuad dari Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol menyampaikan rasa syukurnya karena murid-muridnya bisa mendapat pengalaman berbeda.
“Saya bersyukur, anak-anak didik di madrasah bisa diajak belajar hal baru dan berkunjung ke perpustakaan, terima kasih,” katanya.
Berikan Hibah dan Dorong Dampak Berkelanjutan
Menjelang penutupan kegiatan, Paragonation memberikan sejumlah hibah kepada Perpustakaan 400 berupa tambahan koleksi buku anak, totebag, lanyard, dan perlengkapan lain. Hibah tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan aktivitas literasi.
PIC Paragon Cirebon, Umu, berharap Safari Literasi memberikan dampak jangka panjang.
Ia juga berharap, gerakan literasi seperti Safari Literasi dapat terus tumbuh dan diinisiasi lebih banyak anak muda di Cirebon. Semangat kolaborasi dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan, termasuk di kawasan pesisir.
“Harapannya acara ini punya nilai dan dampak yang berkelanjutan, senang bisa terlibat dalam kolaborasi luar biasa ini dan berjumpa dengan adik-adik pesisir yang punya semangat belajar tinggi,” ungkapnya.*













