Kota

DLH Kota Cirebon Ingin UPT Jadi BLUD, Upaya Optimalkan Retribusi Sampah

×

DLH Kota Cirebon Ingin UPT Jadi BLUD, Upaya Optimalkan Retribusi Sampah

Share this article
UPT Sampah

CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon tengah menyiapkan langkah strategis dalam pengelolaan sampah daerah. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan direncanakan akan diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sebuah model pengelolaan yang memungkinkan lembaga daerah memberikan layanan secara lebih fleksibel dan profesional.

Kepala DLH Kota Cirebon, dr. Yuni, menyampaikan bahwa perubahan tersebut kini dalam proses penyiapan payung hukum melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penerapan BLUD. Ia menyebutkan, penguatan regulasi menjadi kunci untuk memastikan transformasi berjalan efektif dan sesuai ketentuan.

“Langkah ini agar sektor persampahan bisa memiliki nilai ekonomis dan berkontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Selasa (21/1/2025).

Menurutnya, status BLUD akan memberi keleluasaan bagi UPT Persampahan dalam melakukan berbagai inovasi, mulai dari pola pengelolaan operasional hingga pengembangan layanan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan sistem yang lebih fleksibel, satuan kerja dapat melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri sesuai prinsip efisiensi dan akuntabilitas.

“Jika sudah berbentuk BLUD, kinerja persampahan akan lebih leluasa dan terukur,” katanya.

Penagihan Retribusi Berpotensi Lebih Efisien

Selama ini, retribusi persampahan di Kota Cirebon masih dititipkan melalui PDAM dengan cara digabungkan pada tagihan air pelanggan. Skema ini dinilai cukup efektif, tetapi belum mampu mendorong peningkatan pendapatan secara optimal karena bergantung pada sistem milik instansi lain.

Dengan perubahan status menjadi BLUD, DLH memiliki peluang untuk membuka sistem penagihan mandiri. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat alur pembayaran, memperbaiki akurasi data pelanggan, sekaligus meningkatkan potensi penerimaan retribusi.

Selain itu, DLH dapat mengembangkan layanan baru yang memiliki nilai tambah, seperti pengelolaan sampah berbasis bank sampah, daur ulang, hingga potensi kerja sama dengan sektor swasta dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah.

Dorongan untuk Pelayanan yang Lebih Profesional

Transformasi UPT menjadi BLUD juga diproyeksikan meningkatkan profesionalitas layanan persampahan. Dengan fleksibilitas manajemen, instansi dapat melakukan perencanaan kebutuhan tenaga kerja, peralatan, hingga pengelolaan operasional yang lebih responsif terhadap kondisi lapangan.

DLH menargetkan perubahan ini tidak hanya menambah PAD, tetapi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Efisiensi pengelolaan sampah menjadi fokus utama, mulai dari pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan lanjutan.

Meski demikian, proses menuju BLUD masih membutuhkan sejumlah tahapan administratif, termasuk penyusunan dokumen teknis, pembentukan struktur organisasi, dan evaluasi kesiapan layanan.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem persampahan Kota Cirebon secara menyeluruh, sekaligus menjawab tantangan meningkatnya produksi sampah setiap tahun.