CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali menggelar kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi bagi pelajar serta masyarakat, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan perwakilan pelajar dari SMA, SMK, MA, dan sederajat.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman politik sekaligus mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dalam kehidupan politik yang sehat dan demokratis. Pemerintah menilai pelajar adalah kelompok strategis yang harus dibekali literasi politik sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Cirebon membangun budaya demokrasi yang berkualitas. Pemerintah berharap generasi muda tumbuh sebagai pribadi kritis, bertanggung jawab, serta mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir membuka kegiatan bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Sutikno. Ia menyampaikan apresiasi terhadap Kesbangpol yang dianggap telah mengambil langkah strategis melalui program pendidikan politik ini.
Menurutnya, pelajar adalah calon pemimpin masa depan sekaligus agen perubahan. “Memahami politik sejak dini bukan hanya agar menjadi pemilih yang cerdas dan rasional, tetapi juga agar tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan warga dalam politik tidak berhenti pada momentum Pemilu atau Pilkada. Menurutnya, pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan menjadi indikator penting demokrasi yang sehat.
“Partisipasi aktif itu termasuk memberikan masukan konstruktif dan memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan umum. Mari kita junjung tinggi etika dan persatuan, serta jadikan perbedaan sebagai kekuatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Cirebon Buntoro Tirto menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pemilih pemula. Ia menyampaikan bahwa pelajar harus menjadi subjek aktif dalam menjaga transparansi demokrasi.
“Kami berharap pelajar bukan sekadar objek politik, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga kejujuran berdemokrasi. Mereka perlu memahami nilai-nilai demokrasi, berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu, serta menumbuhkan kesadaran kritis,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga memberi wawasan mengenai sistem demokrasi dan proses Pemilu secara komprehensif. Dengan begitu, pemilih pemula dapat mengambil keputusan secara rasional, bertanggung jawab, dan sesuai hati nurani.
“Semoga pelajar yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pelopor demokrasi yang santun, damai, dan beretika di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.










