Nasional, CirebonersID – Bintang Mahaputera Utama menjadi salah satu tanda kehormatan yang memiliki prestise tinggi di Indonesia. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara.
Tanda kehormatan ini berada dalam jajaran Bintang Mahaputera, yakni bintang jasa sipil tertinggi kedua setelah Bintang Republik Indonesia.
Bintang Mahaputera sendiri memiliki beberapa tingkatan, mulai dari Bintang Mahaputera Adipurna, Utama, Pratama, hingga Nararya. Dari urutan tersebut, Bintang Mahaputera Utama menempati peringkat kedua tertinggi.
Penganugerahan tanda jasa ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Penerima penghargaan umumnya merupakan pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, hingga kalangan profesional yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa di bidang pemerintahan, hukum, ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.
Sepanjang sejarah, sejumlah tokoh penting Indonesia pernah menerima Bintang Mahaputera Utama. Misalnya, almarhum Taufiq Kiemas, mantan Ketua MPR RI, yang mendapat penghargaan ini pada 2014 atas dedikasinya dalam bidang politik dan kebangsaan.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, juga pernah dianugerahi Bintang Mahaputera Utama atas jasanya dalam mengembangkan hukum tata negara dan memperkuat sistem konstitusi Indonesia.
Selain tokoh politik dan hukum, penghargaan ini juga pernah diberikan kepada tokoh budaya dan sosial yang kontribusinya berdampak luas.
Hal ini menunjukkan bahwa ruang lingkup jasa penerima tidak terbatas pada bidang tertentu saja, melainkan seluruh aspek yang berperan dalam memperkuat persatuan bangsa.
Bentuk fisik Bintang Mahaputera Utama menyerupai tanda bintang bersudut lima yang terbuat dari emas. Pada bagian tengah terdapat lambang negara Garuda Pancasila, dengan pita berwarna merah-putih yang melingkar di bawahnya. Desain ini menegaskan simbol kehormatan dan pengabdian kepada negara.
Melalui penganugerahan Bintang Mahaputera Utama, negara menegaskan pentingnya memberikan apresiasi bagi warga bangsa yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pemikiran demi kepentingan Indonesia.
Bukan sekadar simbol, penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian tulus akan selalu mendapat tempat dalam sejarah bangsa.
Dengan demikian, Bintang Mahaputera Utama tidak hanya berfungsi sebagai tanda kehormatan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berkontribusi, dan meneladani semangat para penerimanya.









