DaerahSerba Serbi

Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Total Mulai 29 Januari

×

Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Total Mulai 29 Januari

Share this article
Mayat di Gunung Ciremai
Puncak Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat. Foto: Cireboners/Rifki

CIREBON – Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, ditutup total mulai Kamis (29/1/2026). Penutupan dilakukan menyusul cuaca ekstrem yang terus melanda kawasan Gunung Ciremai dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.

Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso, mengatakan penutupan jalur pendakian merupakan langkah antisipatif untuk menghindari risiko bencana alam di kawasan gunung.

“Penutupan ini dilakukan untuk menghindari risiko bencana alam yang dapat mengancam keselamatan jiwa, seperti pohon tumbang, tanah longsor, hingga cuaca dingin ekstrem di jalur pendakian,” kata Ady, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca di kawasan Gunung Ciremai saat ini masih sulit diprediksi. Apabila curah hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung hingga pekan depan, BTNGC membuka kemungkinan untuk memperluas penutupan jalur pendakian lainnya.

“Jika cuaca buruk masih bertahan hingga pekan depan, jalur Palutungan, Sadarehe, dan Trisakti juga berpotensi ditutup total demi keamanan bersama,” ujarnya.

BTNGC memastikan bahwa kebijakan penutupan jalur pendakian Gunung Ciremai, yang dikenal sebagai Atap Jawa Barat, telah diberlakukan sejak Kamis (29/1/2026). Hingga saat ini, dua jalur pendakian resmi, yakni Jalur Apuy di Kabupaten Majalengka dan Jalur Linggarjati di Kabupaten Kuningan, telah dinyatakan tertutup untuk umum.

“Penutupan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca di lapangan,” jelas Ady.

Pihak BTNGC mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki yang telah merencanakan pendakian, untuk menunda aktivitas tersebut demi keselamatan. Ancaman pohon tumbang akibat angin kencang serta potensi tanah longsor di jalur pendakian yang curam menjadi perhatian utama petugas.

BTNGC terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan berkala di lapangan. Jalur pendakian Gunung Ciremai baru akan dibuka kembali setelah dilakukan penilaian resmi dan dinyatakan aman untuk aktivitas luar ruang.

Calon pendaki juga diminta untuk selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi media sosial Taman Nasional Gunung Ciremai sebelum melakukan pemesanan tiket maupun keberangkatan.