Jakarta, CirebonersID – Pemerintah akan membuka 25.000 lowongan magang untuk masyarakat Indonesia melalui program Magang Nasional yang mulai digelar pada Agustus 2025. Program ini khusus menyasar generasi Z atau angkatan kerja berusia 15–28 tahun.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa pendaftaran akan dibuka bulan depan dan berlangsung selama tiga pekan. Setelah itu, para peserta akan langsung menjalani masa magang selama satu bulan penuh.
“Program ini bukan sekadar penempatan kerja sementara, tapi bagian dari upaya strategis menghadapi pergeseran kebutuhan keahlian global,” ujar Yassierli dalam Dialog Nasional Himpunan Kawasan Industri, Kamis (19/6/2025), dikutip dari katadata.
Fokus Magang: Solusi Efisiensi lewat Teknologi
Yassierli menekankan bahwa perusahaan tidak perlu khawatir dengan keberadaan peserta magang. Sebab, peserta tidak akan menjadi beban kerja tambahan, melainkan justru membantu menyelesaikan berbagai persoalan inefisiensi internal.
“Mereka bisa bantu otomasi lewat konsep Internet of Things, mengurangi pemborosan energi, membuat laman resmi, dan lainnya. Kami siapkan peserta dengan keahlian yang berkembang di masa depan,” jelasnya.
Program Magang Nasional akan menerima peserta dari beragam latar pendidikan, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga sarjana (S1). Yassierli memastikan bahwa setiap peserta akan disesuaikan dengan salah satu dari 15 jenis pekerjaan yang telah disiapkan.
Ia menyebut program ini merupakan respons atas proyeksi perubahan keahlian global, di mana 50% dari keahlian tenaga kerja saat ini diprediksi tidak lagi relevan pada tahun 2035.
“Semua negara BRICS mengkhawatirkan hal yang sama. Karena itu, kami perlu kerja sama semua pemangku kepentingan untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan,” katanya.
Industri & Investasi Diminta Siapkan Kebutuhan SDM
Yassierli juga meminta para pelaku industri untuk segera mengidentifikasi proyeksi kebutuhan tenaga kerja mereka hingga 2027. Langkah ini, menurutnya, sangat penting agar kebijakan pelatihan dan pendidikan kerja bisa lebih tepat sasaran.
“Kami juga sudah minta Kementerian Investasi untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja dari setiap investasi baru,” ungkapnya.
Pemerintah ingin memastikan bahwa tenaga kerja lokal mampu mengisi kebutuhan industri baru, sehingga tidak selalu bergantung pada tenaga asing.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 15–24 tahun menyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi, yakni 16,16% per Februari 2025. Jumlah pengangguran secara nasional tercatat sebanyak 7,28 juta orang.
Yassierli menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi, khususnya melalui pendekatan pelatihan yang relevan dan berbasis kebutuhan riil industri.
“Ini yang jadi dasar kenapa Magang Nasional hadir. Supaya Generasi Z tidak cuma punya ijazah, tapi juga pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya









