Serba Serbi

The Mauritanian: Perjuangan Melawan Ketidakadilan dari Balik Jeruji Guantanamo

×

The Mauritanian: Perjuangan Melawan Ketidakadilan dari Balik Jeruji Guantanamo

Share this article
The Mauritanian
Poster film The Mauritanian.

CirebonersID – Film The Mauritanian hadir sebagai drama hukum yang mengungkap salah satu kisah nyata paling menggugah hati dari era pasca-9/11. Dirilis pada tahun 2021, film ini diadaptasi dari memoar Guantánamo Diary karya Mohamedou Ould Slahi, seorang pria asal Mauritania yang ditahan secara ilegal oleh pemerintah Amerika Serikat di penjara militer Guantanamo Bay, Kuba.

Kisah bermula ketika Slahi, diperankan dengan sangat kuat oleh aktor Tahar Rahim, ditangkap atas dugaan terlibat dalam jaringan perekrutan pelaku serangan 11 September 2001. Tanpa pernah dijatuhi dakwaan resmi, ia dipenjara selama bertahun-tahun dan menjadi korban interogasi brutal serta penyiksaan yang melanggar hak asasi manusia.

Harapan akan keadilan muncul ketika pengacara hak asasi manusia Nancy Hollander (diperankan Jodie Foster) bersama asistennya, Teri Duncan (Shailene Woodley), memutuskan untuk mengambil kasus Slahi. Keduanya menghadapi dinding birokrasi dan penolakan demi penolakan saat berjuang membuktikan bahwa klien mereka tidak mendapatkan perlakuan hukum yang adil.

Di sisi lain, Letnan Kolonel Stuart Couch (Benedict Cumberbatch), seorang jaksa militer yang awalnya ditugaskan untuk menuntut Slahi, mulai menyadari ada yang salah dalam proses penahanan tersebut. Ia kemudian bergulat dengan dilema moral yang mempertanyakan integritas sistem hukum yang seharusnya ia bela.

The Mauritanian tidak hanya menyoroti penderitaan seorang pria yang kehilangan kebebasannya tanpa kejelasan hukum, tetapi juga membuka mata publik terhadap praktik-praktik kelam yang terjadi di balik nama “perang melawan terorisme.” Film ini menjadi kritik tajam terhadap sistem penahanan Guantanamo yang banyak menuai kecaman dari komunitas internasional.

Dengan narasi yang kuat, akting yang menggugah, dan isu yang relevan secara global, The Mauritanian menjadi lebih dari sekadar drama hukum, ia adalah panggilan untuk mempertanyakan kembali prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam penegakan hukum modern.