Ekonomi

12 Perusahaan Antre IPO di BEI, Belum Ada yang Listing hingga Akhir Maret 2026

×

12 Perusahaan Antre IPO di BEI, Belum Ada yang Listing hingga Akhir Maret 2026

Share this article
BEI
Bursa Efek Indonesia.

Ekonomi, JakartaBursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 12 perusahaan tengah mengantre dalam pipeline pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga akhir Maret 2026.

Meski demikian, BEI mengungkapkan bahwa hingga 27 Maret 2026 belum ada satu pun perusahaan yang resmi melantai di bursa sejak awal tahun ini.

Berdasarkan data terbaru, mayoritas calon emiten yang akan melantai di pasar modal didominasi oleh perusahaan dengan aset skala besar, yakni di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektor, perusahaan yang berada dalam antrean IPO tersebar di berbagai industri. Sektor consumer non-cyclicals atau konsumsi primer menjadi yang paling dominan dengan tiga perusahaan. Disusul sektor kesehatan, infrastruktur, dan teknologi yang masing-masing diisi dua perusahaan.

Sementara itu, sektor energi, keuangan, serta transportasi dan logistik masing-masing diwakili oleh satu perusahaan.

Salah satu perusahaan yang telah memulai tahapan awal menuju IPO adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk.. Perusahaan ini telah memasuki masa penawaran awal (bookbuilding) dengan target perolehan dana segar sekitar Rp306 miliar.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha serta aksi akuisisi guna memperkuat posisi bisnis perseroan di sektor logistik.

Selain itu, sejumlah nama besar juga dikabarkan tengah bersiap untuk melantai di bursa pada tahun ini. Di antaranya adalah Blu (BCA Digital), Bank Jakarta, hingga unit bisnis dari Orang Tua Group dan grup usaha milik pengusaha Prajogo Pangestu.

BEI pun mengimbau investor untuk terus memantau perkembangan jadwal dan prospektus perusahaan yang akan IPO melalui portal resmi e-IPO, guna memperoleh informasi lengkap terkait penawaran saham yang akan datang.

Dengan masih panjangnya antrean calon emiten, pasar modal Indonesia diharapkan tetap atraktif sepanjang 2026, seiring potensi masuknya perusahaan-perusahaan baru dari berbagai sektor strategis.