EkonomiEnergi

Dirjen Migas Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Lebaran Saat Tinjau Kilang Balongan

×

Dirjen Migas Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Lebaran Saat Tinjau Kilang Balongan

Share this article
pasokan bbm

INDRAMAYU – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan kunjungan kerja ke Kilang Balongan pada Kamis (12/3/2026) untuk meninjau langsung kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang dijalankan oleh PT Pertamina (Persero).

Dalam keterangan persnya, Laode mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi selama periode Lebaran. Ia menyebut Kilang Balongan saat ini beroperasi secara optimal sehingga mampu menjamin suplai BBM bagi wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Menurutnya, Kilang Balongan juga didukung teknologi pengolahan yang canggih dengan nilai Nelson Complexity Index (NCI) mencapai 11,9, yang merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, General Manager Kilang Pertamina Balongan Yulianto Triwibowo mengatakan stok minyak mentah sebagai bahan baku pengolahan juga dipastikan dalam kondisi aman selama Ramadan hingga libur Lebaran.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keandalan operasional kilang agar pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap terpenuhi.

Dalam masa Satgas Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung pada 9 Maret hingga 1 April 2026, Kilang Balongan menyiapkan pekerja atau “Perwira” Pertamina untuk menjaga operasional kilang selama 24 jam dengan sistem empat shift kerja.

“Meski memasuki masa libur Lebaran, operasional kilang tetap berjalan untuk memastikan kebutuhan BBM nasional terpenuhi,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan operasional menjelang Lebaran, pihak kilang juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta mendapatkan dukungan pengamanan dari unsur TNI dan Polri.

Sebagai informasi, Kilang Balongan yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memiliki kapasitas pengolahan sekitar 150 ribu barel per hari. Produk yang dihasilkan antara lain BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, BBM subsidi, serta produk non-BBM seperti LPG, avtur, dan propylene.