GriyasawalaKota

Destinasi Wisata Cirebon Belum Optimal, Masih Jadi Kota Transit

×

Destinasi Wisata Cirebon Belum Optimal, Masih Jadi Kota Transit

Share this article
Destinasi Wisata Cirebon
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Sarifudin SH.

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon menyoroti belum optimalnya pemanfaatan destinasi wisata di Kota Cirebon. Kondisi tersebut dinilai menjadi penyebab utama Cirebon hingga kini masih lebih dikenal sebagai kota transit, bukan tujuan utama wisatawan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Syarifudin, mengatakan lemahnya pengelolaan destinasi wisata membuat potensi besar yang dimiliki Kota Cirebon belum tergarap maksimal. Padahal, Cirebon memiliki banyak situs bersejarah yang usianya mencapai ratusan tahun.

“Kota Cirebon ini belum dijadikan sebagai tujuan utama wisatawan luar daerah, masih sebatas alternatif atau kota singgah,” kata Syarifudin yang akrab disapa Lik, Rabu (7/1/2026).

Ia mencontohkan sejumlah destinasi yang belum dikelola secara optimal, seperti sumur tua di kawasan Gunungsari yang hingga kini dikuasai individu dan bukan dikelola pemerintah daerah. Selain itu, Kampung Nyi Ong Tien di kawasan Perumnas masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

“Intinya, destinasi wisata di Kota Cirebon belum sepenuhnya tereksplorasi dengan baik. Dampaknya, pilihan wisata jadi monoton, hanya itu-itu saja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau. Menurutnya, diperlukan pembaruan dan pengembangan destinasi wisata agar mampu menarik minat wisatawan datang ke Kota Cirebon secara berkelanjutan.

“Memang betul, wisata di Cirebon belum menjadi tujuan utama. Kebanyakan yang datang hanya mahasiswa untuk penelitian atau kunjungan singkat. Ini karena destinasi wisatanya belum tergarap maksimal,” kata Umar.

Selain persoalan pengelolaan, Umar juga menyoroti sejumlah keluhan wisatawan terhadap destinasi yang ada saat ini. Keluhan tersebut antara lain praktik pungutan liar, harga tiket masuk yang dinilai mahal, serta kondisi kawasan wisata yang terkesan kumuh.

“Pemerintah Kota Cirebon harus mengakui fakta di lapangan. Kenyamanan dan keamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama jika Cirebon ingin benar-benar menjadi kota tujuan wisata,” tegasnya.