CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, meliputi perempuan, anak, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas, melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, Selasa (6/1/2026).
Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan bahwa Musrenbang Kelompok Rentan menjadi ruang strategis untuk memastikan arah pembangunan daerah berjalan secara inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya anak-anak kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang memperoleh perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah.
“Dengan Musrenbang ini, kami berharap ke depan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang sadar hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri, serta penyandang disabilitas yang benar-benar mendapatkan dukungan,” ujar Imron.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan publik. Oleh karena itu, Imron mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelompok disabilitas agar dapat berdaya dan berkontribusi.
“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan layani sesuai kebutuhannya,” tegasnya.
Selain itu, Imron menyoroti pentingnya peningkatan layanan ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, termasuk di tingkat kecamatan. Ia berharap setiap kecamatan ke depan mampu menyediakan pelayanan yang aksesibel dan memudahkan penyandang disabilitas dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Kami ingin ada pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka tidak mengalami kesulitan, baik di kecamatan maupun di tempat pelayanan publik lainnya,” tambahnya.
Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas secara nyata.










