CIREBON – Keluhan mengenai kondisi jalan rusak kembali muncul dari warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kali ini aspirasi tersebut datang dari warga RW 08 Kopiluhur yang menilai kerusakan jalan sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan.
Masukan itu disampaikan ketika anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi PKS–Hanura, Een Rusmiyati, menggelar kegiatan reses masa persidangan I tahun 2025 pada Selasa (11/11/2025). Reses tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ketua RW 08 Kopiluhur, Taryono, menjelaskan bahwa kualitas jalan di wilayahnya sudah lama menjadi keluhan utama masyarakat. Ia menilai Pemerintah Kota Cirebon belum menunjukkan langkah nyata untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
“Kami hanya berharap perbaikan jalan di wilayah Argasunya segera direalisasikan karena sampai saat ini belum ada tindakan apa pun dari pemerintah,” ujarnya.
Tidak hanya infrastruktur jalan, warga RW 08 Kopiluhur juga menyoroti kebutuhan akses air bersih. Mereka meminta adanya penambahan titik sumur bor karena fasilitas yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
“Untuk sementara warga hanya mengandalkan bantuan drop air bersih dari PDAM Kota Cirebon ketika kebutuhan meningkat,” kata Taryono.
Menanggapi aspirasi tersebut, Een Rusmiyati berkomitmen untuk menyampaikan seluruh keluhan warga kepada Pemerintah Daerah. Ia berharap permintaan perbaikan jalan dan pembangunan sumur bor tambahan dapat segera ditindaklanjuti.
“Penanganan jalan rusak dan penambahan titik sumur bor perlu segera direncanakan agar kebutuhan warga terpenuhi,” ungkap Een.
Ia juga mempertanyakan perhatian Pemkot Cirebon terhadap warga Kelurahan Argasunya. Menurutnya, pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan jalan, namun upaya tersebut belum menyentuh wilayah yang justru membutuhkan penanganan mendesak.
“Soal jalan ini kembali menjadi keluhan, maka saya minta Pemkot segera memperbaiki jalan di Kelurahan Argasunya. Titik,” tegas Een.










