Kota

KAI Daop 3 Cirebon Tangani Mud Pumping demi Tingkatkan Kenyamanan Penumpang

×

KAI Daop 3 Cirebon Tangani Mud Pumping demi Tingkatkan Kenyamanan Penumpang

Share this article
Mud Pumping

CirebonersID – Dalam upaya meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan menggunakan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon melakukan penanganan kondisi jalan rel yang terdampak mud pumping.

Langkah ini dilakukan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan operasional kereta, mengingat jalur rel di wilayah ini termasuk salah satu yang terpadat di Indonesia.

Mud pumping sendiri merupakan kondisi tercampurnya material batu balas (ballast) dengan tanah akibat masuknya air ke dalam struktur jalan rel.

Hal ini diperparah oleh tekanan beban dari kereta yang melintas, sehingga mengurangi daya dukung rel dan berpotensi merusak struktur jalur. Fenomena ini kerap terjadi akibat tidak optimalnya sistem drainase, yang menyebabkan air terjebak dan membuat batu balas menjadi kotor serta padat.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan melalui metode modern dengan memanfaatkan material geotekstil dan geogrid.

Setelah pembersihan awal, lembaran geotekstil—yang fleksibel, berpori, dan sintetik—diletakkan di bawah bantalan rel, diikuti pemasangan geogrid yang berbentuk jaring dari bahan polimer atau logam. Keduanya bertujuan memperkuat tanah dan meningkatkan stabilitas jalan rel.

Tak hanya itu, pipa HDPE (High Density Polyethylene) juga dipasang di sisi kanan dan kiri rel untuk memperlancar aliran air dalam sistem drainase bawah tanah. Setelah seluruh sistem terpasang, dilakukan pemadatan ulang pada konstruksi rel guna mengembalikan geometri jalur ke kondisi optimal.

“Metode ini terbukti efektif mengatasi gangguan pada struktur jalan rel, baik di stasiun maupun lintas operasional. Dengan begitu, potensi guncangan di atas kereta dapat diminimalisir,” ujar Muhibbuddin dalam keterangannya.

Sebagai informasi, Daop 3 Cirebon setiap harinya dilintasi lebih dari 140 perjalanan kereta api, baik untuk rute jarak jauh maupun menengah. Oleh karena itu, keandalan jalur rel menjadi prioritas utama guna menjaga kelancaran layanan.

Salah satu titik yang telah ditangani berada di area Stasiun Pringkasap. Penanganan di lokasi ini disebut berhasil menghilangkan potensi guncangan saat kereta api melintas.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kenyamanan penumpang dengan melakukan perbaikan secara bertahap di titik-titik lain yang mengalami kondisi serupa,” tutup Muhibbuddin.