CirebonersID – Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan kelasnya. Setelah mencetak gol penyama kedudukan di final UEFA Nations League 2025, Ronaldo berkata, “tugas saya sudah selesai,” setelah Portugal menaklukkan Spanyol melalui drama adu penalti di Munich.
Bermain di Allianz Arena, laga final berakhir 2–2 lewat waktu normal dan extra time. Ronaldo membuka lembaran hanya dengan golnya, gol internasional ke-138, sebelum harus ditarik keluar karena mengalami cedera pada menit ke‑88.
Meski tak berada di lapangan saat penalti, sekilas terlihat jelas bagaimana ia menangis haru di pinggir lapangan saat rekan-rekannya menyelesaikan adu tos-tosan Asia dengan skor 5–3.
Ungkapan bocor dari media menyebut bahwa, walau usia sudah 40 tahun, Ronaldo tetap mampu menghadirkan momen magis untuk negaranya.
Dia sendiri menyebut kemenangan bersama timnas adalah hal yang paling membanggakan dalam kariernya.
“Winning for Portugal is always special… It’s tears. It’s duty done and a lot of joy,” ujarnya dengan bangga.
Aksi emosionalnya mencuri perhatian. Rekaman belum pernah ditampilkan menunjukkan Cristiano tertunduk menangis, sesenggukan dalam pelukan teman setim, bahkan merunduk di rumput setelah gol terakhir tercipta .
Reaksi publik pun penuh simpati, beberapa netizen menyebutnya “emotional legend,” meski penuh haru.
Secara kolektif, penalti dari Ruben Neves membawa Portugal meraih gelar Nations League kedua, menjadikannya negara pertama yang berhasil menjuarai kompetisi ini sebanyak dua kali.
Prestasi serupa pernah diraih pada edisi perdana 2018–2019.
Bagi Ronaldo, gelar ini berarti tambahan trofi panggung internasional ketiganya—setelah Euro 2016 dan Nations League 2019.
Usai laga, sosok kapten berusia 40 tahun itu sempat menegaskan:
“Saya selalu menangis karena mudah emosional. Yang membuat saya bahagia adalah mengetahui dukungan suporter dan keluarga—ini penghargaan untuk mereka semua.”
Kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tapi juga soal kesinambungan dan warisan.
Meskipun kabar soal masa depannya di klub belum jelas, pergulatan emosional sang kapten di laga internasional membuktikan bahwa cinta terhadap negara tidak pernah luntur, bahkan saat cedera atau usia tak lagi muda.










