Nasional

Musim Kemarau 2025 Mundur, Hujan Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

×

Musim Kemarau 2025 Mundur, Hujan Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

Share this article
Musim Kemarau
Ilustrasi musim hujan. Foto: Pixabay

CirebonersID – Awal musim kemarau tahun ini dipastikan mengalami pergeseran. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau 2025 datang lebih lambat dari biasanya, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Akibatnya, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpeluang diguyur hujan, meski kalender menunjukkan telah memasuki musim kemarau.

Dalam pembaruan prediksi musim yang dirilis pada Sabtu (7/6/2025), BMKG menjelaskan bahwa pergeseran awal musim kemarau di Pulau Jawa tercatat bergeser antara 3 hingga 5 dasarian (1 dasarian = 10 hari). Sementara di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, pergeseran terjadi antara 2 hingga 4 dasarian. Ini berarti, kemarau tahun ini datang beberapa minggu lebih lambat dibandingkan prakiraan awal yang diumumkan pada Februari lalu.

Kendati demikian, puncak musim kemarau secara umum tetap diprediksi akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025. Namun, durasinya diperkirakan lebih pendek dari biasanya, meski ada sebagian kecil wilayah yang justru mengalami kemarau lebih panjang.

Masih Ada Potensi Hujan dan Cuaca Ekstrem

Menurut BMKG, kondisi atmosfer yang masih relatif basah menjadi salah satu alasan utama keterlambatan musim kemarau. Sepekan ke depan, potensi hujan masih cukup tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian utara dan timur. Faktor topografi dan dinamika atmosfer tropis memperkuat pembentukan awan-awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan.

Beberapa fenomena atmosfer turut memperparah kondisi ini, seperti aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin dan Rossby, serta kemunculan bibit siklon tropis 92W. Tak hanya itu, labilitas atmosfer skala lokal akibat interaksi angin darat-laut serta kondisi geografis juga memperkuat pembentukan awan hujan di kawasan selatan Indonesia.

BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di waktu singkat pada siang dan sore hari, sering kali disertai kilat atau petir dan angin kencang. Meski sebagian wilayah sudah masuk musim kemarau, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai.

Karena atmosfer bersifat sangat dinamis dan cuaca bisa berubah dengan cepat, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi cuaca resmi secara berkala. BMKG juga menekankan pentingnya langkah mitigasi untuk mengurangi dampak potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, atau angin puting beliung.

Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 6–8 Juni 2025

Cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, peningkatan intensitas hujan berpeluang terjadi di wilayah berikut:

  • Hujan Sedang: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
  • Hujan Lebat (Waspada): Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
  • Angin Kencang: Kep. Riau, Maluku, Bali, NTB, dan NTT.

Periode 9–12 Juni 2025

Memasuki pertengahan Juni, cuaca cenderung membaik di beberapa wilayah, namun hujan masih mungkin turun, terutama di:

  • Hujan Sedang: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
  • Hujan Lebat (Waspada): Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan.
  • Angin Kencang: Jawa Barat, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku.