CirebonersID – Di tengah kemajuan zaman dan kemudahan akses teknologi, para orang tua dihadapkan pada tantangan baru dalam menjaga kualitas nutrisi anak. Dokter Spesialis Anak Ian Suryadi Setja mengungkapkan bahwa meski dunia semakin modern, delapan tantangan nutrisi berikut ini perlu diwaspadai agar tumbuh kembang anak tidak terganggu.
- Budaya Serba Instan
Kemajuan teknologi menjadikan banyak aspek kehidupan serba cepat dan praktis, termasuk dalam hal penyediaan makanan. Sayangnya, hal ini memicu ketergantungan pada makanan cepat saji dan solusi instan untuk mengatasi masalah makan anak, seperti penggunaan obat penambah nafsu makan. Orang tua pun cenderung mengabaikan pentingnya masakan rumah.
- Konsumsi Makanan dan Minuman Ultra Proses
Produk makanan olahan yang diproses secara industri dengan tambahan bahan aditif atau perasa kini semakin banyak dijumpai. Dokter Ian menekankan pentingnya membaca komposisi bahan baku, dan menyarankan agar konsumsi makanan ultra proses tidak menjadi kebiasaan sehari-hari.
- Penurunan Kemampuan Sensorimotor
Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan sensorimotor anak. Misalnya, anak menjadi kesulitan mengunyah atau memegang benda karena terlalu sering disuguhi hiburan digital. Orang tua dianjurkan untuk mendorong anak beraktivitas fisik sesuai usia, seperti bermain balok atau berjalan di atas rumput.
- Cemilan dan Makanan Manis Berlebih
Anak-anak kini sangat akrab dengan berbagai jenis camilan menarik. Sayangnya, banyak di antaranya mengandung gula atau natrium tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus, dapat mengganggu pertumbuhan dan menyebabkan masalah kesehatan.
- Misinformasi dari Media Sosial
Arus informasi di media sosial bisa membingungkan orang tua. Tidak sedikit yang melakukan diagnosa sendiri terhadap anak berdasarkan konten yang tidak kredibel. Ian mengingatkan agar informasi kesehatan sebaiknya dikonfirmasi kepada ahli.
- Mindless Eating
Mindless eating terjadi saat anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti menonton atau bermain gadget. Kebiasaan ini membuat anak kurang peka terhadap rasa lapar dan kenyang, serta menurunkan minat makan secara alami.
- Jadwal Makan yang Tidak Konsisten
Tanpa jadwal makan yang teratur, otak anak tidak dapat mengatur rasa lapar dengan baik. Ini berisiko menyebabkan anak sulit merasa lapar atau makan tanpa nafsu. Konsistensi jadwal makan sangat penting untuk menumbuhkan pola makan sehat.
- Perubahan Kualitas Lingkungan
Penurunan kualitas tanah, air, dan perubahan penggunaan pupuk dalam beberapa dekade terakhir turut memengaruhi kadar nutrisi pada sayuran dan buah. Kondisi ini memperkuat pentingnya perhatian lebih terhadap asupan gizi harian anak di era modern.
Dengan memahami delapan tantangan tersebut, orang tua diharapkan lebih bijak dalam menjaga pola makan anak dan tidak tergoda oleh kemudahan instan yang ditawarkan zaman modern. Nutrisi yang baik tetap harus diupayakan dengan kesadaran dan keterlibatan penuh keluarga.










