SejarahSerba Serbi

Sejarah Aksara Sunda, Jejak Tulisan dari Masa Kerajaan Hingga Era Modern

×

Sejarah Aksara Sunda, Jejak Tulisan dari Masa Kerajaan Hingga Era Modern

Share this article
Aksara Sunda
Noto Sans Bahasa Sunda, font untuk menulis Aksara Sunda di PC dari Google Fonts. Foto: Cireboners/Rifki

CirebonersID – Aksara Sunda merupakan salah satu warisan budaya tertulis yang berasal dari wilayah Tatar Sunda, Jawa Barat. Jejak sejarahnya mencerminkan perjalanan panjang peradaban Sunda sejak masa kerajaan hingga modernisasi di era sekarang.

Asal Usul Aksara Sunda

Sejarah aksara Sunda berakar dari pengaruh aksara Brahmi, yang masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama Hindu-Buddha dari India. Aksara Brahmi kemudian berkembang menjadi berbagai turunan lokal di Asia Tenggara, termasuk aksara Pallawa yang menjadi dasar dari aksara-aksara di Nusantara, seperti aksara Jawa Kuno, Bali, dan Sunda.

Aksara Sunda Kuno pertama kali digunakan pada masa Kerajaan Sunda (sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16), terutama untuk mencatat prasasti dan dokumen penting. Bukti nyata keberadaan aksara Sunda kuno dapat ditemukan pada beberapa prasasti bersejarah, antara lain:

  • Prasasti Kawali (abad ke-14) di Kabupaten Ciamis
  • Prasasti Batutulis di Bogor
  • Prasasti Kebonkopi II di Bogor

Prasasti-prasasti ini mencatat berbagai informasi penting, mulai dari perintah raja, silsilah kerajaan, hingga batas wilayah kekuasaan.

Masa Kejayaan dan Kemunduran

Pada masa keemasan Kerajaan Sunda, aksara Sunda digunakan secara luas dalam kehidupan pemerintahan, keagamaan, dan masyarakat umum. Namun, seiring dengan runtuhnya Kerajaan Sunda akibat ekspansi Kesultanan Banten dan Cirebon pada akhir abad ke-16, penggunaan aksara Sunda mulai meredup.

Masuknya pengaruh Islam dan aksara Arab menggantikan fungsi aksara Sunda, terutama untuk kepentingan administrasi dan literasi. Selain itu, kedatangan bangsa Eropa dan pengenalan aksara Latin melalui sistem pendidikan kolonial semakin menggeser peran aksara Sunda dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.

Upaya Revitalisasi di Era Modern

Aksara Sunda nyaris hilang dari peredaran hingga upaya pelestarian dimulai pada akhir abad ke-20. Pada tahun 1996, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Lembaga-Lembaga Kebudayaan Sunda, ahli bahasa, dan budayawan menetapkan Aksara Sunda Baku sebagai standar resmi aksara Sunda modern.

Aksara Sunda Baku merupakan hasil penyempurnaan dari aksara Sunda Kuno, disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan bahasa Sunda modern. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam melestarikan dan menghidupkan kembali aksara Sunda sebagai identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

Makna Aksara Sunda dalam Sejarah Bangsa

Aksara Sunda tidak hanya sekadar simbol tulisan, tetapi juga cerminan kejayaan peradaban Sunda pada masa lampau. Melalui aksara ini, kita dapat membaca jejak sejarah, memahami nilai-nilai budaya, serta mengenang kebesaran leluhur Sunda.

Hari ini, aksara Sunda kembali digunakan di berbagai bidang, mulai dari nama jalan, papan informasi, karya seni, hingga pembelajaran di sekolah-sekolah di Jawa Barat. Upaya pelestarian ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Sunda dan menjadi jembatan bagi generasi muda untuk menghargai sejarahnya sendiri.