CirebonersID – Merespons kritik sejumlah budayawan lokal Cirebon terkait perubahan nama Gedung Negara menjadi Bale Jaya Dewata, KDM menilai hal itu tidak objektif.
KDM menjelaskan bahwa penamaan Bale Jaya Dewata adalah nama dari Prabu Siliwangi yang merupakan leluhur orang Cirebon.
Baginya penamaan gedung tidak semestinya menjadi bahan kritikan yang tajam, sebab yang seharusnya menjadi kritikan adalah kondisi Gedung Negara sebelumnya yang tampak tak terawat.
“Harusnya yang menjadi sorotan ketika gedung tidak diurus. Dulu tidak ada yang mengomentari, gedungnya kumuh, tidak terawat, gelap. Nah, sekarang gedung bersih, jalan juga bersih,” tutur KDM.
Ia juga mengajak agar kritis terhadap semua hal, akan tetapi objektif juga diperlukan.
“Mari kita sama-sama kritis terhadap setiap hal, tapi kritisnya objektif, jangan mengkritisi hal yang sebenarnya baik tapi diributin,” tambahnya.
“Yang seharusnya dikritik adalah pemimpin malas, tidak mengurus kesenian, tidak mengurus orang miskin, tidak mengurus jalan, lingkungan yang dipimpin kotor, itu kritik tajam. Jangan pemimpin rajin terus-terusan dikritik,” tukasnya.
Untuk diketahui, perubahan nama Gedung Negara menjadi Bale Jaya Dewata sempat menuai kritik dari sejumlah budayawan lokal Cirebon.
Menurut mereka hal itu tidak sesuai dengan kultur sejarah yang terjadi di wilayah Cirebon. Mereka pun menyayangkan karena tidak adanya partisipasi publik dalam penamaan tersebut. (Rifki)










