CirebonersID – Sehari menjelang pencoblosan pada pilkada serentak 2024, KPU Kota Cirebon bersama Bawaslu meninjau persiapan TPS Benda Kerep, Argasunya Harjamukti, Selasa (26/11/2024).
Ketua KPU Kota Cirebon Mardeko menyampaikan ada sebanyak 477 DPT (daftar pemilih tetap) yang akan menggunakan hak pilih di TPS Benda Kerep.
Hal ini berbeda jika dibandingkan pemilu yang hanya menetapkan maksimal 300 pemilih per TPS. Khusus untuk pilkada, tiap TPS jumlah DPT maksimal sebanyak 600 pemilih.
“Dampaknya adalah pasti saat hari H kemungkinan akan terjadi kerumunan, karena jumlah pemilih yang banyak, sedangkan rentang waktu sama seperti pemilu,” katanya usai meninjau TPS 34 Benda Kerep.
Maka dari itu, Mardeko mengimbau kepada panitia pilkada di sejumlah TPS agar memperhatikan prioritas pemilih seperti lansia, ibu hamil dan disabilitas untuk didahulukan.
“Ada beberapa prioritas yang diberikan, seperti ke orang tua, jompo, disabilitas, ibu hamil itu harus didahulukan meskipun antreannya di belakang,” tambahnya.
Berkaitan dengan penggunaan tinta kunyit di TPS Benda Kerep, KPU telah menyiapkan kebutuhan tersebut dan tinggal menunggu pendistribusian logistik esok hari.
“Untuk penanda bagi yang sudah menggunakan hak pilih di TPS, kita memang sediakan tinta yang umum dan berbahan kunyit. Masyarakat bisa memilih sesuai prinsip masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cirebon Siti Sihatul Afiah menyebut bahwa potensi kerawanan di TPS Benda Kerep terdapat di distribusi logistik, sebab jalur yang harus dilewati adalah sungai.
Ia mengatakan, pihaknya bersama panwas telah memetakan kondisi tersebut dan telah menyiapkan opsi alternatif.
“Ada kerawanan esok hari distribusi logistik, sehingga harus pake alternatif lain. Karena kalau misal air (sungai) pasang, mungkin akan menggunakan media lain seperti perahu, atau jalur darat cuma memang agak jauh dari TPS,” ujarnya. (Rifki)









